SuaraJogja.id - Warga dari Padukuhan Brayut, Kalurahan Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Sleman mengeluhkan keberadaan kandang ayam di sekitar lingkungannya. Pasalnya bau limbah kotoran hingga kehadiran lalat yang cukup banyak itu semakin mengganggu masyarakat.
Seorang warga Brayut, Galih mengatakan tidak hanya warga di padukuhannya saja yang merasa terganggu. Keresahan terhadap kandang ayam itu juga dirasakan oleh sebagaian warga di tiga padukuhan lainnya yakni Karangtanjung, Karangasem dan Toino.
"Kawasan kandang tersebut sudah berdiri lebih dari 20 tahun dan tidak berizin lebih dari 15 tahun. Kemudian yang jadi permasalahan adalah keberadaan kandang di kawasan padat penduduk dengan standart AMDAL yang sangat tidak baik," kata Galih saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/7/2023).
Hal itu, kata Galih, membuat kandang-kandang tersebut menjadi sumber penyakit. Sebab lalat yang bermunculan hingga polusi udara yang sudah mencapai radius 300 meter. Bahkan sejumlah warga kesehatannya turut terdampak hingga ada yang mengalami diare.
Lokasi kandang ayam itu sendiri berada di Padukuhan Karangtanjung. Namun letaknya sangat dekat dengan tiga padukuhan lainnya, Brayut, Karangasem dan Toino.
"Jadi secara otomatis 4 padukuhan tersebut terdampak. Ada 8 kandang, dengan 3-4 pemilik, sudah berdiri lebih dari 20 tahun," ucapnya.
Disampaikan Galih, warga sudah sempat melapor ke OPD dan kalurahan terkait. Sejumlah warga juga sudah sering menyampaikan langsung ke pemilik kandang tapi tidak ada respon.
Hingga akhirnya beberapa waktu lalu, warga dari empat padukuhan terdampak itu berinisiatif untuk memasang beberapa spanduk agar menindaklanjuti kandang ayam tersebut. Namun spanduk itu hanya terpasang 1 hari.
"Spanduk itu di pasang bersama-sama empat padukuhan. Spanduk cuma terpasang satu hari. Warga sudah sering meminta untuk di mediasi, baru terlaksana tanggal 7 Juni kemarin," tandasnya.
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Terkendala Komunikasi, Pemain Bilang Yes Tapi Tak Paham
Terpisah, Jogoboyo Pandowoharjo Margono mengakui keberadaan kandang itu sudah cukup lama. Meski tak tahu kapan pastinya namun kandang ayam itu sudah berdiri bahkan sejak sebelum 2009 lalu.
Disampaikan Margono, setidaknya ada dua kandang ayam yang bermasalahan. Sedangkan keluhan warga terkait dengan kemunculan lalat dan bau tak sedap.
"Warga menolak karena dampaknya. Jadi ada lalat dan aroma bau," terang Margono.
Ia membenarkan ada pemasangan spanduk kerasahan warga terkait kandang ayam tersebut. Namun pemasangan itu sudah cukup lama dan telah dicopot.
"Udah sekitar dua minggu yang lalu (pemasangan spanduk)," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81