SuaraJogja.id - Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid sekaligus Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid meminta kejelasan sikap pemerintah dalam penanganan kasus pondok pesantren (ponpes) Al Zaytun. Apalagi masyarakat saat ini menunggu hasil penyelidikan kasus tersebut.
"Soal Al Zaytun semua masyarakat menunggu hasilnya [penyelidikan dan keputusan] pemerintah sekarang," ujar kata Yenny di sela menghadiri Fisipol Leadership Forum (FLF) di UGM Yogyakarta, Jumat (7/7/2023).
Menurut Yenny, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas jika memang ditemukan kejanggalan. Sebab ponpes Al Zaytun mendapat sorotan masyarakat karena dinilai memberikan ajaran menyimpang seperti mencampur jemaah pria dan wanita dalam satu saf, membolehkan zina dan dosanya bisa ditebus dengan uang. Ponpes itu bahkan akan mendirikan pesantren Kristen.
Meski demikian, Yenny meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak perlu bertindak sendiri terhadap keberadaan ponpes di Indramayu, Jawa Barat tersebut. Sebab pemerintah sudah turun tangan melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Polri.
"Kita serahkanlah Al Zaytun itu pada tim investigasi di bawah Pak Mahfud MD [Menkopolhukam] seperti apa rekomendasinya nanti," tandasnya.
Terkait indikasi Al Zaytun terkait Negara Islam Indonesia (NII) sehingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta mendalami dugaan radikalisme di ponpes, Yenny tidak mau berspekulasi. Dia sebagai elemen masyarakat menunggu hasil investigasi.
Namun bila dalam penyelidikan Al Zaytun ditengarai mencurigakan maka dirinya mendukung tindakan yang tegas dari pemerintah. Yenny mengaku selama ini tak mengetahui sepak terjang ponpes pimpinan Panji Gumilang tersebut.
"Saya tak pernah bersinggungan dengan pondok itu, saya juga belum tanya Pak Mahfud, jadi saya tidak mau merespon hal-hal yang saya tahu cuma sepotong-sepotong," kata dia.
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri saat ini meningkatkan kasus dugaan penistaan agama di Pondok Pesantren Al Zaytun dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Peningkatan itu dilakukan setelah mereka memeriksa Panji Gumilang, pada Senin lalu, 3 Juli 2023.
Baca Juga: Soal Reputasi Anies Baswedan yang Dianggap Intoleran, Yenny Wahid: Biar Dijawab Sendiri
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
Sausu Tambu: Dari Pesisir Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berkat Program Desa BRILiaN
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo : Bawa Nama Pihak Lain Dalam Replik Tak Ubah Substansi Perkara
-
Aksi Brutal Pemuda di Sleman, Lakukan Pengeroyokan dan Bakar Motor Pakai Kembang Api
-
Soroti Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel!