SuaraJogja.id - Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap dua pelaku mutilasi di Turi, Sleman sempat merebus pergelangan tangan dan kaki korban. Hal itu dilakukan bertujuan untuk menghilangkan sidik jari korban.
Diungkapkan Endriadi, pelaku memotong tubuh korban dalam sejumlah bagian. Potongan-potongan itu lalu dibuang di sejumlah titik yang berbeda di kawasan Sleman.
"Apa saja yang mereka mutilasi? sesuai yang kita dapatkan di TKP yaitu dengan cara memotong kepala, pergelangan tangan, dan kaki," kata Endriadi di Mapolda DIY, Selasa (18/7/2023).
"Kemudian memotong bagian tubuh, menguliti dan untuk menghilangkan jejaknya terhadap pergelangan tangan dan pergelangan kaki, mereka melakukan direbus, untuk menghilangkan sidik jarinya," tambahnya.
Fakta-fakta itu ditemukan tim saat melakukan penyidikan dan mengambil sidik jari dari korban. Dari olah TKP yang dilakukan sejumlah barang bukti turut yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut diamankan.
Di antaranya adalah ember, talenan, tali, panci, pisau, cangkul, kompor beserta tabung gas. Polisi pun telah menyusuri sejumlah titik yang diduga digunakan pelaku untuk membuang potongan-potongan tubuh korban.
"Di antaranya kami menyusuri Sungai Krasak, itu kami menemukan potongan kepala dan ini diduga adalah kepala korban. Kemudian Kali Nyo, Tempel Turi kami menemukan tulang dan organ dalam," paparnya.
"Kemudian di Kali Nyamplung Jalan Magelang ini tim menemukan daging dan organ dalam usus serta pakaian dan sandal yang diduga milik korban. Kemudian selanjutnya di Sungai Nglinting ini ditemukan potongan daging," imbuhnya.
Tak hanya potongan tubuh, kata Endriadi, pihaknya juga menemukan barang berupa hp di Jalan Magelang Desa Ngebong. Pihaknya memastikan hp tersebut milik korban mutilasi.
Baca Juga: Fakta Terkini Korban Mutilasi di Sleman, Tewas Usai Lakukan Aktivitas Tak Normal dengan Pelaku
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata
-
Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam
-
Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan
-
Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat