"supaya tidak ketinggalan berangkatnya lebih awal, berangkat sekitar jam enam kurang. Kalau perjalanan biasanya satu setengah jam sudah sampai di lokasi. Kalau pulang saya lebih santai, biasanya adzan dhuhur baru sampai di rumah," sambungnya.
Ia mengaku seringkali ditawari rekan-rekannya atau orang yang mengenalnya agar membonceng saja, namun ia tetap teguh dengan prinsipnya untuk tetap jalan kaki. Tekadnya memang sudah bulat meski di rumah sebenarnyaa dia juga memiliki sepeda motor.
Lebih lanjut, pertama kali melakukan aksi jalan kakinya itu ia mengaku tidak menemukan kesulitan. Hal itu karena ia sudah terbiasa berjalan kaki dalam setiap aktifitasnya.
Ia berharap, kebiasaan yang ia lakukan bisa memberikan contoh kepada generasi muda dalam hal mengenang perjuangan pahlawan di Indonesia. Menurutnya, momen peringatan kemerdekaan merupakan reflesi terhadap diri sendiri dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
"tentu ini harapannya bisa memberikan inspirasi ke pemuda supaya bisa ikut mengingat perjuangan pahlawan jaman dulu," tutupnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan