SuaraJogja.id - Belum lama ini Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka duduk semeja sembari menyantap sarapan.
Potret duduk semeja sambil makan Soto itu dibagikan Gibran dan Puan melalui akun media sosial milik masing-masing. Dimintai tanggapan terkait hal itu, Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi menilai bahwa unggahan makan bareng itu merupakan sebuah konsolidasi.
"Yang pasti jelas yang nampak di panggung depan itu yang pasti konsolidasi ya. Jadi meskipun ada spekulasi lain soal cawapres tapi itu hal yang sulit ditangkap di panggung depan ya, karena Puan bagaimana pun memposting itu juga ya di Instagram," kata Arya saat dihubungi, Senin (4/9/2023).
Unggahan Puan di media sosial itu sekaligus bentuk deklarasi kepada publik bahwa Gibran masih merupakan kader PDIP. Tak hanya ditujukan ke publik, hal itu juga secara tak langsung ditujukan ke kalangan politisi lain.
"Kalau politisi mempublish berarti dia sedang mengirim pesan. Jadi itu satu hal. Tapi hal lain dia ingin menyampaikan bahwa Gibran adalah kader PDIP dan bagaimana pun itu bagian dari proses konsolidasi," tuturnya.
Selain itu, menurut Arya, sosok Gibran ini adalah representasi penting dari sang ayah yakni Presiden Joko Widodo. Sehingga tak sedikit kemudian politisi termasuk kader PDIP sendiri juga menggunakan Gibran sebagai pintu masuk.
Tujuannya adalah merawat simpatisan atau orang-orang yang dulu telah memilih Jokowi. Hal ini dinilai juga penting bagi PDIP yang diketahui juga mengusung Ganjar Pranowo.
Mengingat beberapa waktu terakhir publik dihadapkan pada pemberitaan Gibran yang kerap menemani Prabowo dalam beberapa kesempatan. Sehingga pertemuan di meja makan ini sekaligus membalikkan wacana publik dan menegaskan Gibran adalah kader PDIP.
"Mengakses Jokowi itu tidak mudah dan belum tentu ketika bisa diakses itu Jokowi berpihak dengan yang dia temui. Itu adalah pesan bagaimana pemilih Jokowi itu tetap bisa dirawat oleh misalnya Puan sebagai kader PDIP maupun ada capres Ganjar di sana," ucapnya.
Baca Juga: Soal Deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin, Puan Maharani: Partai Punya Strategi Masing-masing
"Nah Gibran bagaimana pun apalagi di depan relawan Jokowi, Gibran sekarang juga berusaha merawat relawan dia sendiri itu berada di dalam jangkauan PDIP. Dia menjadi simbol representasi politik dari kelompok pemilih yang simpatik terhadap Jokowi," imbuhnya.
Terakhir, secara spekulatif pertemuan itu sangat mungkin juga membahas terkait cawapres. Terlepas dari potensi Gibran yang kemudian mendampingi Ganjar maupun Prabowo.
Belum lagi dengan bergulirnya proses di Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batas usia minimum cawapres. Nama Gibran tak luput dari wacana untuk menjadi cawapres.
"Lagi-lagi ini adalah soal merawat pemilih Jokowi atau pemilih-pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi. Meskipun yang terakhir bisa jadi spekulatif tapi itu sangat bersinggungan dengan komposisi kocok ulang koalisi ya menjelang Oktober nanti," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru
-
KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT
-
Tanggap Gempa Flores, BRI Peduli Turun Langsung Bantu Masyarakat Terdampak Bencana