SuaraJogja.id - Kebakaran hebat melanda kawasan hutan Wanagama tepatnya di Perak 14 Kalurahan Banaran Kapanewon Playen Gunungkidul, Senin (9/10/2023). Tak hanya menghanguskan tanaman, kebakaran hutan yang dikelola oleh Universitas Gajah Mada (UGM) juga menghanguskan peternakan lebah madu yang dibudidayakan warga setempat.
Suramto, salah seorang petani lebah madu di kawasan Wanagama mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp 5-6 juta. Pasalnya puluhan kotak lebah madu yang dia budidayakan hangus terbakar.
"Ada belasan petani yang juga terbakar kotak lebahnya. Saya sendiri rugi ya sekira Rp 5-6 juta belum petani lain yang sudah panen,"terang dia, Selasa (10/10/2023)
Kebakaran tersebut menghanguskan peternakan lebah yang dibudidayakan petani setempat. Peternakan lebah tersebut sebenarnya sudah memasuki masa panen, sehingga petani mengalami kerugian cukup besar.
Suramto menyebut ada sebagian lebah yang sudah dipanen 1 kali atau dua kali. Namun ada yang belum panen tetapi umurnya sudah dewasa tinggal memetik hasilnya. Sehingga kerugian yang ditanggung petani cukup besar.
"Rata-rata sudah waktunya panen. Sehingga ruginya cukup besar,"kata dia.
Suramto sendiri mengaku mengetahui kebakaran tersebut ketika dihubungi petugas dari Wanagama. Dia dihubungi sekira pukul 19.00 WIB. Namun ketika sampai di lokasi dia sudah tidak bisa menyelamatkan kotak-kotak lebah yang dia tempatkan di hutan Wanagama.
Dia hanya pasrah dan berusaha membantu petugas melokalisir api. Namun upaya menguasai api baru bisa diselesaikan sekira pukul 21.00 WIB. Selain menghanguskan kotak lebah, tanaman akasia yang ia tanam sejak 2019 untuk menunjang pertumbuhan lebah madu juga hangus terbakar
"Itu kalau belasan hektare ada yang terbakar,"ujarnya.
Baca Juga: Pantai di Gunungkidul Tercemar Minyak, Biota Laut Banyak yang Mati
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi menuturkan kebakaran tersebut mulai terlihat hari Senin (9/10/2023) sekira pukul 16:15 WIB. Pihaknya kemudian meluncurkan dua armada mobil pemadam kebakaran.
"Api sempat padam pada pukul 18.00 WIB,"ujar dia Selasa (10/10/2023).
Namun sekira satu jam kemudian api terlihat muncul kembali dan dengan cepat merembet di kawasan petak 14 yang berada di wilayah Kawasan hutan Wanagama Kalurahan Banaran Kapanewon Playen.
Api dengan cepat merembet karena suasana hutan sangat kering. Banyaknya ilalang dan dedaunan kering membuat api cepat membesar dan sulit dikuasai. Meskipun tiupan angin tidak sebesar siang hari, namun api tetap cepat menyebar.
"Api baru bisa dipadamkan kembali sekira pukul 20.30 WIB,"tambahnya
Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Termasuk juga berapa luasan wanagama yang terbakar. Karena sampai saat ini pihak pengelola Wanagama belum memberikan data kepada BPBD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas