SuaraJogja.id - Duel antara saudara ipar terjadi di wilayah Kulon Progo. Akibatnya adik ipar tewas usai dihajar menggunakan batu oleh kakak iparnya. Pemicunya sepele, karena permasalahan melepas kaca jendela.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Triatmi Noviartuti menuturkan aksi baku hantam tersebut terjadi hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023 sekira pukul 11.00 WIB kemarin. Keduanya tinggal bersebelahan di Pedukuhan V Bojong, Rt 018/009, Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan Kulonprogo.
"Korban adalah Si sementara pelakunya adalah Mi adik iparnya,"ujar dia, Senin (30/10/2023).
Novi menyebutkan, pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023 telah terjadi peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia yang dilakukan oleh Mi yang dilakukan kepada korban Si. Saat itu Si langsung tidak sadarkan diri dan sempat dibawa ke rumah sakit pada tanggal 25 oktober 2023.
Setelah mendapat perawatan, akhirnya korban Si meninggal dunia pada hari Senin tanggal 30 oktober 2023. Dari pemeriksaan yang dilakukan kepada Mi menyebutkan jika melakukan penganiayaan kepada Si yang juga merupakan kakak iparnya sendiri.
"Itu lantaran cekcok masalah mencopot kaca jendela yang terpasang di rumah bagian sisi timur rumah Si,"ungkapnya.
Sebenarnya rumah pelaku dan rumah korban hanya bersebelahan. Namun terjadi cekcok adu mulut di mana Mi melakukan pemukulan ke arah wajah korban yang membuat korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Saat terjatuh tersebut diduga kepala korban terbentur batu saat terjatuh. Korban sempat dirawat di RSUD Wates selama 6 hari namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia hari Senin tanggal 30 Oktober 2023 sekira pukul 08.00 Wib.
"Selanjutnya Korban dibawa menuju RS Bhayangkara guna dilakukan Otopsi/pemeriksaan lebih lanjut,"tambahnya
Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Dokter di Bandung, Pelaku Merasa Ditantang Korban
Terhadap Pelaku atas nama Mi, polisi langsung membawa dan mengamankannya. Oleh Satreskrim Polres Kulon Progo, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Tega Bikin Istri Nangis Gagal Liburan, Praka Riswandi Terbuai Bujukan Rekan Culik Imam Masykur hingga Tewas
-
Kecelakaan Beruntun Terjadi di Kulon Progo, Truk Box Adu Banteng dengan Truk Lain Usai Hajar Motor
-
Polsek Sunggal Didesak Bebaskan Pria yang Dituduh Aniaya Petugas Dishub, LBH Medan: Ini Mengarah Kriminalisasi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat