SuaraJogja.id - DI Yogyakarta lagi-lagi disorot terhadap kasus peredaran narkoba secara masif. Bahkan, terbongkarnya kasus narkoba dalam kemasan keripik pisang dan happy water ini dilakukan secara terorganisir dan menggunakan bayang-bayang merek makanan yang membuat konsumennya nge-fly.
Terdapat sejumlah cerita dibalik terbongkarnya kasus peredaran narkoba dengan modus baru ini. Berikut 10 fakta peredaran narkoba dalam kemasan keripik pisang dan happy water yang dirangkum Suarajogja.id:
Diawali dari Operasi Cyber
Terbongkarnya kasus peredaran narkoba ini sendiri dilakukan oleh jajaran Bareskrim Polri bekerjasama dengan Polda DIY dan Polda Jawa Tengah. Awalnya, jajaran polisi melihat aktivitas jual beli yang tak biasa di media sosial.
Hal itu terlihat dari penjualan keripik pisang yang harganya kisaran Rp1,5-6 juta dengan berbagai varian kemasan. Hal ini tentu membuat warga awam, bahkan polisi juga heran.
"Di situ dicantumkan harganya tinggi sekali, keripik pisang kok harga segitu?. Tak masuk akal, kami curigai ini ada apa?" terang Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada diemui di Bantul, Jumat (3/11/2023).
Pertama Kali Ditemukan di Depok, Jawa Barat
Menyusul harga keripik pisang yang tinggi termasuk happy water yang dijual dengan harga tak wajar, polisi melakukan penyelidikan. Kepolisian memantau pergerakan para pedagang tersebut dan mengetahui bahwa ada pengiriman paket ke Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Pada Kamis (2/11/2023) dini hari WIB, Bareskrim Polri dan Polda DIY akhirnya menangkap para pelaku. Sehingga kasus itu dikembangkan.
Baca Juga: Panji Gumilang Resmi Tersangka Kasus Penggelapan dan TPPU Sebesar Rp73 M
Produksi Bukan hanya di Bantul tapi juga di Magelang
Pengembangan kasus ini mendapat titik terang. Ternyata barang-barang tersebut diracik, diolah dan diproduksi oleh warga Bantul. Bahkan produksi tersebut juga dilakukan di Magelang.
Setiap tersangka ternyata memiliki peran masing-masing. Sehingga bisnis haram ini sudah terorganisir dengan baik.
Teradapat 8 Orang Diamankan, 4 Orang DPO
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada menuturkan delapan orang yang mereka amankan adalah MAP, D, AS, BS, EH, MRE, AE dan R. Empat orang masih kabur dan kini masih dalam pengejaran. Delapan orang yang diamankan ini ternyata memiliki peran masing-masing.
"Jadi mereka bekerja sudah ada tugasnya," terang dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi