SuaraJogja.id - Polisi berhasil amankan tiga orang pelaku produksi dan peredaran obat ilegal. Mereka adalah MRA (27) asal Demak Jawa Tengah, BAD (26) asal Cilacap Jawa Tengah dan LC (43) asal Karanganyar Jawa Tengah. MRA menjadi otak dari bisnis ilegal tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP MP Probo Satrio menuturkan MRA adalah mantan karyawan bisnis yang sama di Semarang dan juga digulung petugas. Saat itu, MRS hanya berstatus sebagai saksi sehingga tidak dihukum penjara.
"Dalam komplotan ini tidak ada yang residivis,"ujarnya.
Selain sebagai otak dalam bisnis ini, ternyata MRA lah yang memproduksi obat-obatan ilegal tersebut. MRA juga terjun langsung menjual obat-obat Ilegal melalui Market Place Online. Lelaki ini memiliki puluhan toko online yang dikendalikannya.
Toko Online di antaranya adalah MARTINES SHOP, Surya Medika Jaya, Bima Gut, Sanggar Wali, ALUNGHERBAL99, Dr. Bastian, BRJUBERKAH, ANEKA HERBAL KOSMETIK, ANEKA OBAT HERBAL, APOTIK MUAFFA, AGEN RESMI SHOP, DISTRIBUTOR RESMI, AGEN RESMI OFFICIAL, RESELLER MURAH dan Pasti amanah di market place SHOPEE.
Kemudian BAD juga bertugas marketing secara online. Pemuda berumur 26 tahun ini menjual obat-obat illegal melalui toko online diantaranya seperti Toko RADEN FARMA ID, Dr. ZASKIA MD, Dr. FRANS, Tok FOLLINGHERB, Dr. FASHA, DYAVA HERBAL dan ABAHERB di SHOPEE.
"Kemudian LC membuka toko online Rafi Shop di LAZADA,"tambahnya.
Ketiganya ternyata memiliki trik tersendiri agar barang yang mereka produksi bisa terjual. Di mana agar ratingnya bagus maka membuat ulasan yang bagus di Market. Mereka membuat Fake Order (order Fiktif) dan juga membuat ulasan / coment menggunakan Akun Palsu.
Berbekal 35 handphone, komplotan ini menjalankan trik marketing secara online. Dengan menggunakan puluhan akun fake, komplotan ini membuat order fiktif. Tak hanya itu, dari akun-akun fake itu pula mereka membuat ulasan agar orang lain tertarik.
Baca Juga: Teka-teki Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY, Misteri Kematian Korban hingga Menunggu Proses Hukum
"Trik ini nampaknya berhasil karena obat produksi mereka laku keras di pasaran,"terangnya.
Untuk meyakinkan konsumen, mereka juga memproduksi sendiri kemasan tersebut. Ada 4 laptop yang mereka gunakan dengan fungsi masing-masing diantaranya untuk order ataupun membuat desain kemasan.
Setiap kemasan, mereka menjual minimal dengan harga Rp 50 ribu. Dan dalam sehari, komplotan ini mampu meraih omset sebesar Rp 3 hingga Rp 4 juta. Komplotan ini mengaku baru beroperasi selama 3 bulan.
“Kami menghimbau agar Masyarakat berhati-hati dalam melakukan belanja di , Instansi terkait izin BPOM,"tambahnya.
Para tersangka bakal disangka melakukan Tindak Pidana memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau Persyaratan keamanan, khasiat/kemanfaatan dan mutu, Sebagaimana dimaksud dalam Patal 435 Juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2025 tentang Kesehatan ATAU Pasal 62 ayat (1) UURI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindun 5 Konsumen, dengan acaman maksimal 12 Tahun Penjara atau denda Rp. 5.000.000.000.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Pajak Ojol dan Toko Online DKI Jakarta Segera Diterapkan, Begini Kata Pemprov
-
GenBI Mengajar 2023: Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta Bangga Berbudaya Jogja
-
Teka-teki Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY, Misteri Kematian Korban hingga Menunggu Proses Hukum
-
Mengulik Sosok Singgih Raharjo, Pj Wali Kota yang Berjibaku Geliatkan Pariwisata Jogja di Tengah Hantaman Covid-19
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM