SuaraJogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY optimis okupansi hotel pada libur natal dan tahun baru (nataru) 2023 di wilayahnya ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Targetnya okupansi hotel bisa tembus hingga 90 persen.
"Tahun baru ini kelihatannya akan lebih baik dibanding tahun lalu, karena melihat reservasi yang di November untuk Desember sudah 50-60 peresen," kata Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, Minggu (3/12/2023).
Disampaikan Deddy, pihaknya masih akan melakukan hal serupa seperti tahun-tahun sebelumnya pada momen nataru nanti. Termasuk menyiapkan sejumlah acara dan sistem paket inap untuk para wisatawan.
"Jadi kita punya target 80-90 persen bisa kita capai," ucapnya.
Okupansi hotel di DIY saat ini sendiri memang lebih tinggi untuk hotel bintang 3 ke bawah. Jika dibandingkan dengan hotel bintang 4 dan 5 yang ada.
Hal itu, kata Deddy, disebabkan oleh pangsa pasar yang masih lebih banyak pada rombongan wisata pelajar, keluarga dan instansi baik pemerintah atau swasta. Kendati demikian reservasi hotel bintang 4 dan 5 pun mulai merangkak naik.
"Rwservasi [hotel] bintang 5 mulai naik, kemarin 45 persen sekarang sudah 55 persen. Naik 10 persen dari seminggu lalu. Reservasi paling banyak di Sleman dan Kota Jogja," ungkapnya.
Gunungkidul mulai menunjukkan tren positif dalam okupansi tersebut. Meningat mulai munculnya hotel dan resort yang cukup representatif untuk para wisatawan.
Sementara Kulon Progo dan Bantul masih terus berupaya untuk menggaet wisatawan lebih banyak lagi. Diharapkan semua dapat mendapatkan tingkat okupansi yang tinggi.
Baca Juga: Khawatir Pemilu, Pesanan Kamar Hotel di DIY untuk Desember dan Pergantian Tahun masih Rendah
Kepercayaan diri PHRI DIY okupansi hotel bisa mencapai target pada nataru tahun ini bukan tanpa alasan. Sejak tahun kemarin pun masih ada tren wisatawan yang lebih memilih datang ke hotel langsung.
"Trennya langsung datang ke hotel. Tahun kemarin juga. Datang dulu baru cari hotel. Kita berharap semua hotel (di DIY total) mencapai 80 persen," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026
-
Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong
-
BRI Terus Lakukan Buyback Saham, Fundamental Perseroan Jadi Penopang Pertumbuhan
-
JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026