Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 04 Desember 2023 | 13:45 WIB
Gus Baha saat mengisi acara Ngaji Bareng dengan tajuk Meneladani Khazanah Tafsir Al-Qur'an di Indonesia di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang 14,5, Sleman, Senin (4/12/2023). [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Jika orang-orang saleh terutama kiai tidak ikutan berpolitik, Gus Baha meyakini maksiat-maksiat tidak dianggap ilegal dan pengajian justru yang akan dianggap ilegal.

Gus Baha sangat bersyukur sejak sebelum dan setelah kemerdekaan. Tokoh agama terutama kiai yang terlibat berpolitik cukup konsisten menegakkan aturan yang berpedoman pada agama.

"Berkahnya negara ini berkonstitusi secara Islam. Meskipun tidak negara Islam," jelasnya.

Dengan begitu, Gus Baha mendorong orang-orang Islam untuk tidak anti politik. Karena dampaknya sangat besar bisa menentukan kebijakkan negara.

Baca Juga: Kecewa dengan Pilihan Elite, Laskar PPP Jogja Membelot ke AMIN

"Hak asasi manusia, hak belajar, hak beragama, hak ibadah terjaga. Coba bayangkan kalau kita jadi negara Korea Utara kan pusing," tandasnya.

Load More