SuaraJogja.id - Puluhan laskar bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yogyakarta mendeklarasikan dukungan kepada capres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) di Yogyakarta, Jumat (01/12/2023). Mereka sengaja membelot karena kecewa dengan pilihan elite PPP yang lebih memilih pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam pilpres 2024 mendatang.
"Kami dari awal sebelum penetapan dukungan sudah mendukung anies, tapi elite diatas malah memilih capres lain. Deklarasi ini sebagai bentuk dukungan kami secara konsisten terhadap anies," papar Ketua Forum Silaturahmi Relawan AMIN, Nana Yushendra disela deklarasi
Menurut Nana, deklarasi itu juga sebagai bentuk idealisme arus bawah PPP yang mendapatkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi dan bisa berlaku adil bagi seluruh rakyat. Deklarasi serupa pernah digelar di JEC, Bantul, pada 2022 silam.
Sejak lama mereka memilih mendukung AMIN alih-alih capres lainnya. Kelompok relawan tersebut berharap Anies dan Cak Imin membawa perubahan.
"Ini (mendukung AMIN) murni aspirasi kami," ujarnya.
Nana yang mengaku sudah menjadi simpatisan PPP sejak 1997 ini menambahkan, puluhan kelompok simpatisan yang hadir dalam deklarasi ini antara lain Laskar Elite Hizbullah, Hamka Kraton, Hamka Serangan, Laskar Mujahidin Kotagede, Laskar Intifada, Hamka Darwis, dan belasan lainnya. Setiap kelompok relawan ini bisa masing-masing bisa beranggotakan paling sedikit 300 orang di luar struktural PPP.
"Ada yang 300, 400, 500, monggo dikalikan sendiri," tandasnya.
Meski berbeda dengan pilihan elite PPP, mereka tidak takut mendapatkan sanksi. Sebab pilihan mereka merupakan hak asasi masing-masing.
"Kita berdemokrasi kan hak asasi, masa enggak boleh. Wong kita enggak di struktural kok, yang di struktural nggak bisa sanksi kita. Sanksinya apa, [misal] dipecat, ya nggak apa-apa," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC