SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan penjelasan terkait dengan batalnya calon presiden (capres) nomor urut 1 sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara diskusi yang diselenggarakan di Auditorium MM UGM, Jumat (17/11/2023) kemarin.
Sekretaris Universitas UGM, Andi Sandi Antonius mengatakan bahwa memang ada permasalah dari sisi teknis acara tersebut. Hal ini terungkap dari hasil penelusuran yang telah dilakukan kampus.
"Jadi hasil penelusuran kita memang prosesnya itu agak sedikit ada dari sisi technicality yang agak bermasalah ya," kata Andi saat dihubungi, Senin (20/11/2023).
Ia menyatakan telah melakukan konfirmasi langsung kepada prodi FEB MM UGM. Dalam hal ini selaku pihak pengelola auditorium yang hendak digunakan dalam acara tersebut.
Diungkapkan Andi, acara diskusi tersebut sebenarnya mundur dari rencana awal. Saat itu panitia acara meminta izin per tanggal 2 November 2023.
Izin awal sendiri sebenarnya sudah diberikan oleh MM UGM per 3 November 2023. Namun ada perubahan hingga panitia memutuskan acara digelar pada 17 November 2023.
"Nah di dalam permintaannya itu tidak disertai dengan TOR hanya minta vendor terus kemudian ada revisi pindah ke tanggal 17 [November]. [Izin] sudah diterima permintaannya per 3 November, sama MM UGM," ucapnya.
Namun memang sejak awal, kata Andi tidak ada informasi detail terkait dengan kehadiran Anies Baswedan. Bahkan hingga H-1 acara rundown yang diberikan panitia pun tak mencantumkan nama Anies sebagai salah satu speaker.
"Nah rencana tanggal 17 itu di tanggal 16 atau H-1 karena teman-teman UGM itu melihat ada flyer [acara itu]. Nah teman-teman MM itu bertanya kepada panitia, minta rundown. Nah rundown yang dikirim panitia itu tidak ada daftar nama mas Anies tapi di flyer itu sudah ngomong," ungkapnya.
Terkait dengan tangkapan layar percakapan yang beredar di media sosial sendiri, dipastikan Andi bukan merupakan pihak rektorat UGM. Melainkan salah satu pegawai di salah satu unit kampus MM UGM yang tempatnya akan digunakan sebagai venue.
Andi meluruskan percakapan itu bahwa pihak MM UGM hanya meminta jika ada perubahan terkait acara maupun tamu yang hadir bisa disampaikan.
"Karena mereka sebagai unit itu harus report, karena UGM itu punya SOP. Cuma perlu digaris bawahi bahwa acara ini adalah acara akademik. Nah kalau dalam konteks akademik ya boleh saja, enggak ada larangan. Dan perlu digaris bawahi, acara ini bukan acara UGM," paparnya.
Pihak rektorat atau UGM sendiri tidak pernah sama sekali membuat pernyataan apapun. Apalagi terkait dengan pelarangan kegiatan tersebut.
"Hasil penelusuran kami, acara itu memang bukan UGM dan dari rektorat itu bisa saya konfirmasi tidak ada pelarangan untuk acara itu, sepanjang koridornya akademik ya," terangnya.
"Kalau koridornya kampanye ya kami punya SOP kan pasti. SOP kampanye di kampus itu UGM punya. Prinsipnya itu UGM yang mengundang, pesertanya harus mahasiswa, pola kampanye adalah dialogis, programatik dan tidak boleh mengerahkan massa," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar GSM Bertema "Noesantara 45" Sambut HUT ke-81 RI
-
13 Terdakwa Little Aresha Akhirnya Disidang, Orang Tua Korban Desak 4 Pelaku Lain Diproses Hukum
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan