Dua bulan berselang di pertengahan Mei 2023, publik Jogja dikejutkan dengan peristiwa tewasnya seorang pemuda asal Girisubo, Kabupaten Gunungkidul seusai senapan polisi menyalak dan mengenainya.
Kejadian itu bermula ketika pada 14 Mei 2023, korban yang bernama Aldi Aprianto bersama rekan-rekannya melakukan pengamanan di acara dangdutan dalam rangka bersih dusun.
Menjelang selesai acara, terjadi keributan antarpenonton.
Saat itulah seorang anggota polisi dari Polres Gunungkidul Briptu MK naik panggung dengan maksud meredakan keributan.
Dari atas panggung, Briptu MK sempat meminta senjata milik rekannya Satyo Ibnu Yudono dengan maksud mengamankannya, karena rekannya tersebut berada di bawah panggung di tengah kondisi chaos.
Senjata yang diketahui dalam keadaan terisi itu tetiba menyalak saat Briptu MK menunduk dari atas panggung untuk menegur salah seorang penonton.
Senapan yang meletus itu kemudian mengenai korban.
Dari hasil visum diketahui korban mengalami luka tembak pada bagian punggung atas yakni dari bagian tengkuk bahu kanan dan tembus ke bagian dada.
Setelah menjalani sidang, Briptu MK divonis 3,4 tahun penjara atas kelalaiannya hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Baca Juga: Dishub Kota Jogja Catat Kenaikan Kendaraan Masuk saat Nataru Lebih Tinggi Dibanding Lebaran
Pembunuhan Mahasiswa UMY
Hanya berselang beberapa bulan, kasus mutilasi kembali terjadi di Jogja tepatnya di kawasan Sleman.
Kasus ini bermula dari penemuan organ dan potongan tubuh di sungai Bedog, Turi, Sleman.
Tak berselang lama dari penemuan itu, potongan tubuh lainnya kembali ditemukan di sejumlah titik, di sungai Krasak, Tempel dan juga di kawasan lapangan Tempel.
Belakangan diketahui potongan tubuh itu identitasnya yakni seorang mahasiswa UMY bernama Redho Tri Agustian.
Redho dimutilasi oleh dua orang yang baru dikenalnya melalui Facebook yakni W dan RD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK