- Kementerian Komdigi akan membatasi peredaran game online destruktif menyusul kasus kekerasan, dengan mengoptimalkan Indonesian Game Rating System (IGRS) wajib.
- Langkah pembatasan ini bertujuan melindungi usia muda dari dampak psikologis negatif sekaligus mengarahkan teknologi ke inovasi positif nasional.
- Komdigi bekerja sama dengan UGM dan Telkom membangun pusat kolaborasi AI untuk menguasai teknologi strategis dan mendukung ekonomi digital Indonesia.
SuaraJogja.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan akan membatasi peredaran game online yang dianggap memiliki dampak psikologis destruktif. Hal ini menyusul kasus tindakan kekerasan dan perilaku berisiko yang melibatkan pemain usia muda seperti ledakan di SMAN 72 Jakarta.
"Kita tahu ada game online yang punya impact psikologis terhadap penggunanya dan bisa berujung pada tindakan destruktif," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (wamen komdigi), Nezar Patria disela kerjasama program UGM AI Center for Excellence di GIK Yogyakarta, Sabtu (15/11/2025).
Nezar menyebut, pemerintah kini tengah menyusun langkah-langkah kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan guna mengatasi fenomena tersebut secara komprehensif. Perlindungan masyarakat, khususnya anak dan remaja harus berjalan seiring dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat transformasi digital nasional.
Karena itu, pembatasan game destruktif bukan semata kebijakan represif. Namun juga strategi pemerintah untuk mengarahkan pemanfaatan teknologi ke arah yang positif dan inovatif.
"Kami sedang berdiskusi dengan banyak pihak untuk menyiapkan penanganan yang tepat, bagaimana menangani produk-produk [game online] yang punya impact psikologis ini ya, pada akhirnya berujung pada tindakan yang destruktif," tandasnya.
Pembahasan di pemerintah, lanjut Nezar terkait Indonesian Game Rating System (IGRS). Sistem ini mengklarifikasi game berdasarkan kelompok usia.
Melalui IGRS, penerbit game diwajibkan mencatumkan klasifikasi usia pemain. Hal ini penting untuk menghindari paparan negatif konten game, terutama anak dibawah umur.
"IGRS sudah diterapkan, lagi dibahas lagi [kelanjutannya]," ujarnya.
Selain pembatasan game online, Komdigi juga menggandeng perguruan tinggi dan dunia industri untuk optimasi pemanfaatan AI atau kecerdasan buatan. Salah satunya dengan UGM dan PT Telkom Indonesia untuk membentuk pusat kolaborasi yang dirancang menjadi motor inovasi kecerdasan buatan nasional.
Nezar menyatakan langkah ini sebagai fondasi penting untuk memastikan Indonesia mampu menguasai teknologi strategis secara mandiri. Proyeksi ekonomi digital diprediksi bisa mencapai 366 Miliar USD pada 2030.
"Kita menyumbang 40 persen dari ekonomi digital Asia Tenggara. Indonesia ini punya populasi besar dan potensi luar biasa dalam pengembangan artificial intelligence," ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah sedang menuntaskan dua dokumen penting dalam optimasi AI. Yakni peta jalan nasional AI dan etika AI yang akan dituangkan ke dalam Peraturan Presiden.
"Regulasi tersebut disiapkan untuk memastikan perkembangan AI berjalan aman, akuntabel, dan mendorong inovasi yang produktif," ungkapnya.
Rektor UGM, Ova Emilia, menyampaikan kerja sama memperkuat ekosistem pengembangan teknologi lintas disiplin mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan melalui pemanfaatan AI Center terus dilakukan kampus itu. Dengan demikian Inovasi-inovasi UGM bisa direalisasikan untuk kepentingan bangsa.
"Dengan kolaborasi ini, ekosistemnya makin kuat. Kami berharap talenta-talenta dari berbagai universitas dapat berkumpul dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pelecehan, Kampus Telusuri Korban Lain
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati