- Presiden Prabowo perintahkan pembatasan konten negatif dan gim daring pascaledakan di SMAN 72 Jakarta.
- Komdigi siap tindaklanjuti instruksi Presiden, fokus pada pengawasan hoaks, pornografi, dan judi online.
- Empat kementerian bakal bahas kebijakan bersama, termasuk Kemendikdasmen, Komdigi, PPPA, dan Kemenag.
SuaraJogja.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembatasan konten negatif dan gim daring usai insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta.
Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Raden Wijaya Kusumawardhana, menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan kebijakan tersebut sesuai dengan instruksi Presiden.
Namun, ia menegaskan, kebijakan teknis soal pembatasan gim daring atau online itu berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital.
"Prinsipnya, apapun yang menjadi kebijakan Presiden, akan kita harus tindak lanjuti. Bentuknya seperti apa, nanti ya dari bu Menteri aja yang akan menjawabnya," kata Raden kepada wartawan di GIK UGM, Selasa (11/11/2025).
Selama ini, Raden bilang, pemerintah tetap berpedoman pada regulasi yang sudah ada dalam membatasi konten negatif di dunia digital.
Regulasi tersebut mencakup pengawasan terhadap berbagai jenis konten yang dianggap berbahaya bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
"Kalau bicara konten media sosial, secara prinsip kita tetap mengacu pada regulasi yang ada. Regulasi yang ada itu membatasi sesuatu yang sifatnya konten negatif," ungkapnya.
Raden menambahkan berbagai jenis konten negatif yang saat ini menjadi perhatian utama meliputi hoaks, pornografi, dan judi online.
Menurutnya, pemerintah akan terus menindaklanjuti berbagai bentuk penyimpangan digital yang berpotensi menimbulkan dampak sosial di dunia nyata.
Baca Juga: Cara Beli Chip Higgs Domino di itemku dan Keuntungannya
Meski begitu, terkait konten kekerasan yang diduga menjadi salah satu pemicu insiden di SMAN 72 Jakarta, Raden menyebut pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum sebelum mengambil langkah lanjutan.
"Kalau tadi ada konten-konten yang di kasus SMA 72, itu saya kira sebaiknya nanti kami menunggu dulu hasil daripada aparat penegak hukum sebagaimana. Kan tidak mungkin kami akan bertindak sendiri," ujarnya.
Raden memastikan Komdigi akan mendukung sepenuhnya setiap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.
"Kami dari sisi Komdigi yang jelas, kami akan mendukung apa yang menjadi kebijakan daripada pimpinan negara ini," tegasnya.
Empat Kementerian Bakal Duduk Bersama
Kekinian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah bakal membahas arahan Istana soal pembatasan gim daring usai insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
DIY Terbitkan Pergub Larangan Sekolah Jual Seragam, Antisipasi Pungutan dan Titipan Vendor
-
Eks Lurah Condongcatur Ditahan Akibat Korupsi Tanah Kas Desa, Polisi Ungkap Modus Penyewaan Ilegal
-
Program MBG Libur, Harga Daging di Pasar Jogja Turun Drastis, Pembeli Bisa Menikmati Ayam Murah Lagi
-
Konflik Timur Tengah Mereda, tapi Harga BBM Belum Tentu Turun di Indonesia, Ini Penjelasan Ekonom
-
Dugaan Malpraktik Balita di RSUD Prambanan: Polda DIY Periksa 14 Orang!