- Penipuan dengan modus suara imitasi selebriti, khususnya Soimah, kembali marak menjerat korban melalui telepon.
- Penipu menjanjikan hadiah Rp100.000.000 kepada korban yang diklaim menang dari interaksi media sosial Soimah.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap tawaran menggiurkan dan segera melapor jika menjumpai modus penipuan canggih ini.
SuaraJogja.id - Akhir-akhir ini, penipuan dengan modus memanfaatkan suara selebriti kembali marak terjadi. Kali ini, nama Soimah, penyanyi dan presenter yang dikenal dengan sebutan Mae, digunakan oleh para penipu untuk menjebak korban.
Seorang korban menceritakan pengalaman mengejutkan saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Soimah, dengan suara yang sangat meyakinkan.
Percakapan dimulai dengan pertanyaan sederhana dari penipu yang menyamar sebagai Soimah: “Mohon maaf, untuk nama kamu siapa?” Korban yang bernama Suci menjawab, dan penipu langsung melanjutkan percakapan dengan menyampaikan kabar bahwa Suci telah memenangkan hadiah senilai Rp100.000.000 akibat berkomentar di akun Facebook Soimah.
“Selamat ya, kamu menang Rp100 juta,” ujar penipu tersebut dengan suara yang sangat mirip dengan Soimah.
Korban yang merasa terkejut namun senang, langsung mengucapkan terima kasih. Penipu pun semakin meyakinkan korban dengan mengatakan, “Ini mak e bener ya, nanti ikuti petunjuk mak e. Habis ini mak e kirim ke kamu surat tanda pengaktifan hadiahnya ya. Tolong dibaca dan dipahami ya,” katanya sebagaimana dikutip dari Instagram @jogjastudent.
Tekanan dan Instruksi yang Membuat Korban Tergoda
Selanjutnya, penipu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Soimah atau “Mae” tidak dapat melakukan video call dalam waktu lama karena masih banyak pemenang lainnya yang harus dihubungi.
Hal ini semakin menekan korban untuk mengikuti instruksi yang diberikan, dengan harapan dapat segera menerima hadiah besar yang dijanjikan.
Modus penipuan ini memanfaatkan imitasi suara selebriti terkenal, dalam hal ini Soimah, untuk menipu korban.
Baca Juga: Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya, OJK DIY Ungkap 5 Modus Penipuan Paling Marak Tahun Ini
Dengan suara yang sangat meyakinkan dan janji hadiah besar, korban yang tidak curiga akhirnya mengikuti petunjuk lebih lanjut yang diberikan penipu.
Penipuan semacam ini berbahaya karena dapat mengelabui banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang berbicara dengan penipu yang hanya memanfaatkan suara selebriti terkenal untuk meraih keuntungan pribadi.
Beruntung, korban dalam kasus ini segera menyadari bahwa itu adalah penipuan dan melapor kepada pihak berwajib.
Namun, kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu berhati-hati saat menerima telepon atau pesan dari pihak yang tidak dikenal, terutama jika ada janji hadiah besar yang terlalu menggiurkan.
Waspada Modus Penipuan yang Semakin Canggih
Para ahli mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih, terutama yang memanfaatkan teknologi, seperti imitasi suara selebriti.
Modus-modus ini dapat mengecoh siapa saja, bahkan orang yang merasa tidak mungkin terjebak. Salah satu contoh yang sering digunakan adalah janji hadiah besar atau tawaran menggiurkan yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
Salah satu taktik yang digunakan adalah penipuan dengan menawarkan hadiah atau keuntungan besar tanpa permintaan dari korban.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk tidak mudah percaya dan segera mempertanyakan kebenaran tawaran tersebut.
Jangan sampai tergoda dengan janji-janji yang tampaknya menguntungkan, namun sebenarnya bertujuan untuk meraih keuntungan pribadi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dalam menghadapi kasus penipuan.
Jika menerima telepon atau pesan yang mencurigakan, sebaiknya segera melaporkannya ke pihak yang berwajib agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Masyarakat harus berhati-hati dan tidak ragu untuk melaporkan segala hal yang mencurigakan, guna mencegah penipuan yang lebih besar.
Peningkatan kesadaran dan kewaspadaan di masyarakat sangat diperlukan untuk memerangi praktik penipuan yang semakin berkembang.
Semua pihak, baik individu maupun lembaga terkait, perlu bekerjasama untuk memberikan edukasi tentang cara mengenali dan menghindari penipuan, serta membangun jaringan komunikasi yang efektif untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026
-
Gitar dan Pikiran Kritis: Mengenang John Tobing, Sahabat Karib yang Menjadi 'Suara' Demonstran
-
Jelang Hari Raya, Pengawasan Pangan dan Parsel Lebaran di Kota Jogja Diperketat
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta
-
Gandeng RS JIH, Apartemen Mataram City Perkuat Fasilitas Kesehatan Penghuni