- Seorang mantan pekerja CS, Sumanto, membongkar skema penipuan internasional di kantor Sleman selama satu bulan bekerja.
- Kantor tersebut menjalankan lima divisi terstruktur untuk memanipulasi emosi dan menguras uang korban melalui transaksi digital.
- Polisi telah menggerebek kantor penipuan yang ternyata merupakan sindikat internasional menggunakan aplikasi kloningan dan menetapkan enam tersangka.
SuaraJogja.id - Sumanto (bukan nama sebenarnya) tidak pernah membayangkan pekerjaannya sebagai Customer Service (CS) aplikasi kencan justru membawanya masuk ke dalam sebuah mesin penipuan internasional.
Selama satu bulan bekerja di sebuah kantor love scamming di Jalan Gito Gati, Sleman yang baru saja digerebek polisi, ia menyaksikan secara langsung bagaimana manipulasi emosi, rayuan digital dan eksploitasi psikologis dijalankan secara sistematis untuk menguras uang para korban di luar negeri.
Sumanto mengaku awalnya pekerjaan itu terdengar biasa saja. Lowongan yang ia lamar menawarkan posisi CS untuk aplikasi kencan dengan syarat bisa berbahasa Inggris.
"Saya dapat tugas dari perekrut untuk membalas pesan pengguna," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Dia menyebut, tidak ada penjelasan dari sang perekrut bila interaksi tersebut merupakan bagian dari skema penipuan yang terstruktur, termasuk melibatkan praktik manipulatif dan konten vulgar. Namun sejak hari-hari pertama bekerja, Sumanto mulai menyadari pekerjaannya bukan sekadar layanan pelanggan.
Di dalam kantor, pekerjaan dibagi ke dalam lima divisi yang bekerja laiknya lini produksi di sebuah pabrik. Namun yang diproduksi bukan barang, melainkan ketergantungan emosional dan kerugian finansial di pihak korban.
Divisi pertama bertugas menyambut pengguna baru di aplikasi kencan. Mereka harus tampil sebagai perempuan yang ramah, menarik dan menarik perhatian korban untuk bersedia membayar keanggotaan premium.
"Kalau tidak premium kan chat-nya terbatas," jelasnya.
Di kantor itu pula, para pekerja dilatih untuk menjadi sosok yang atraktif dan suportif. Dengan demikian mereka bisa membuat korban merasa istimewa.
Baca Juga: Anjing Diracun lalu Dicuri di Lereng Merapi Sleman, Polisi Turun Tangan
Begitu korban masuk ke level berbayar, mereka diserahkan ke divisi berikutnya di divisi gift. Interaksi antara pekerja dengan korban tidak sekadar obrolan ringan namun lebih pada transaksi.
"Korban dipancing untuk mengirim hadiah digital yang hanya bisa dibeli dengan koin berbayar. Foto dan video tertentu dikunci dan hanya bisa dibuka jika korban mengirimkan gift. Nah duitnya di situ," ungkapnya.
Saat korban mulai rutin mengirim hadiah, mereka dimasukkan ke divisi ketiga yang bertugas menjaga kecanduan. Obrolan keduanya dibuat semakin intens dan personal, agar korban merasa punya hubungan emosional untuk terus mengeluarkan uang.
Sumanto menambahkan dalam tahap selanjutnya yang disebut sebagai gold digger, korban semakin diperas. Pekerja mengirim konten yang semakin vulgar dan chat seks untuk memancing pengeluaran yang lebih besar.
"Yang terakhir ada divisi yang bertugas menjaga agar korban tidak curiga dengan membuat chat yang normal," ungkapnya.
Seluruh proses tersebut dijalankan nyaris tanpa emosi. Para pekerja pun dibekali banyak ponsel, akun palsu dan stok foto perempuan dari yang kasual sampai vulgar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara dan UMKM Lewat Semarak Merah Putih
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan
-
10 Saksi Dihadirkan di Sidang Little Aresha, Ibu Ungkap Anak Autis Diduga Diikat hingga Lebam
-
Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla