- DIY mencatat 453 kasus leptospirosis dan 38 kematian sepanjang Januari-November 2025, dengan Bantul kasus tertinggi.
- Penyakit zoonosis ini menular lewat air kencing tikus, dominan di area persawahan dan rawan melalui luka terbuka.
- Gejala awal leptospirosis mirip penyakit lain; Kota Yogyakarta berisiko akibat sanitasi buruk dan genangan air pasca hujan.
SuaraJogja.id - Penyakit leptospirosis masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di DIY. Meski tidak selalu muncul sebagai wabah besar, penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan, terutama tikus, ini terus dilaporkan setiap pekan dan bahkan masih menyebabkan kematian.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (dinkes) DIY, selama kurun waktu Januari-November 2025, leptospirosis di DIY mencapai 453 kasus. Bantul merupakan kabupaten dengan jumlah kasus terbanyak yang mencapai 227 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 korban meninggal dunia. Kasus kematian terbanyak juga terjadi di Bantul dengan total jumlah 12 kasus kematian.
"Leptospirosis kita endemis di lima kabupaten/kota. Di empat kabupaten/kota dominannya di persawahan. Karena air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira itu dia melewati aliran air, salah satunya sampai persawahan," papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati di Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurut Ari, leptospirosis termasuk dalam kelompok penyakit yang harus terus diwaspadai saat ini. Pada 2025 lalu bahkan telah diterbitkan surat edaran Gubernur DIY yang meminta seluruh sektor, tidak hanya kesehatan, untuk waspada terhadap leptospirosis.
Sebab gejalanya sering tidak spesifik dan mudah disalahartikan sebagai penyakit lain. Gejala leptospirosis yang sering tampak ringan di awal.
"Karena leptospirosis itu kan penyakit demam, sementara demam itu diagnosisnya bisa macam-macam, bisa demam berdarah, bisa leptospirosis, bisa penyakit lain," jelasnya.
Ari menambahkan, tingginya kasus leptospirosis di Bantul karena area persawahan yang banyak di kabupaten tersebut. Risiko penularan meningkat ketika petani atau warga beraktivitas di sawah tanpa pelindung diri.
"Kalau ada luka terbuka di kaki, tidak pakai alas kaki, jarang pakai boot, petani berisiko terinfeksi leptospirosis. Kasusnya itu masih terus ada, tiap minggu selalu dilaporkan dan masih ada kasus kematian," jelasnya.
Baca Juga: Lalin Tol Solo-Yogyakarta Segmen Kartasura-Prambanan Melonjak 61,2 Persen Saat Nataru
Sedangkan di Kota Yogyakarta, pola penularan leptospirosis sedikit berbeda. Faktor lingkungan seperti banyaknya timbunan sampah dan perubahan iklim turut memperbesar risiko.
"Kalau di Kota Yogyakarta memang sampai ke pemukiman, jadi terkait sanitasi lingkungan, persampahan, karena tikus juga produser di situ.. Untuk perubahan iklim, banjir walaupun kecil, sisa-sisa genangan, itu bisa berpengaruh. Genangan air pasca hujan juga bisa meningkatkan resiko," ungkapnya.
Leptospirosis, lanjutnya memiliki spektrum penyakit yang luas, dari ringan hingga berat dan fatal. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami komplikasi serius.
Leptospirosis itu bisa ringan, bisa berat. Kalau ringan dengan antibiotik bisa sembuh, tapi kalau berat dan terlambat mengakses, risikonya kematian ada," jelasnya.
Ari menambahkan, pengendalian vektor tikus menjadi pekerjaan rumah besar karena tidak mudah dilakukan. Selain itu, edukasi masyarakat juga dinilai sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan akan Leptospirosis.
"Kalau hewan ternak seperti antraks lebih mudah ditangani, tapi tikus itu surveinya bisa dilakukan, tapi pengendaliannya yang tidak mudah. Itu PR kita. Apalagi masyarakat kadang kalau belum berat belum ke rumah sakit," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?