- Seorang mantan pekerja CS, Sumanto, membongkar skema penipuan internasional di kantor Sleman selama satu bulan bekerja.
- Kantor tersebut menjalankan lima divisi terstruktur untuk memanipulasi emosi dan menguras uang korban melalui transaksi digital.
- Polisi telah menggerebek kantor penipuan yang ternyata merupakan sindikat internasional menggunakan aplikasi kloningan dan menetapkan enam tersangka.
Untuk mengamankan diri, identitas asli pekerja disembunyikan. Yang tampil ke layar korban hanyalah persona digital yang dibuat perusahaan.
Sumanto mulai merasa tidak nyaman dan bersalah karena korban terus dirugikan. Dia pun sadar tidak ingin menjadi bagian dari sistem yang menipu mereka walaupun secara finansial pekerjaan itu cukup menggiurkan.
Per bulan, dia mendapatkan gaji pokok hingga Rp 3 juta. Sumanto juga mendapatkan bonus harian sekitar Rp100 ribu.
Ada pekerja yang bisa mengantongi penghasilan hingga Rp 10 juta per bulan jika performanya tinggi. Namun gaji besar itu tidak menutup rasa bersalah yang muncul setiap hari di hati Sumanto. Pada akhirnya dia memilih keluar dari pekerjaan itu.
"Saya sebulan saja bekerja di sana karena menyadari bahwa ini scamming," jelasnya.
Sumanto bersyukur keputusan tersebut tepat. Apalagi saat ini polisi sudah menggerebek kantor tersebut. Dia tidak termasuk dari enam orang ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pemilik, HRD, manajer proyek, hingga team leader.
Dari keterangan Polresta Yogyakarta, perusahaan love scamming di Gito Gati tersebut merupakan bagian dari sindikat penipuan internasional yang menggunakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW.
Keenam tersangka dijerat dengan berbagai pasal pidana, mulai dari penipuan, pelanggaran ITE, hingga pornografi, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Anjing Diracun lalu Dicuri di Lereng Merapi Sleman, Polisi Turun Tangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan
-
Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street
-
BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa