Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 Januari 2026 | 16:44 WIB
Enam tersangka love scamming dihadirkan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Seorang mantan pekerja CS, Sumanto, membongkar skema penipuan internasional di kantor Sleman selama satu bulan bekerja.
  • Kantor tersebut menjalankan lima divisi terstruktur untuk memanipulasi emosi dan menguras uang korban melalui transaksi digital.
  • Polisi telah menggerebek kantor penipuan yang ternyata merupakan sindikat internasional menggunakan aplikasi kloningan dan menetapkan enam tersangka.

Untuk mengamankan diri, identitas asli pekerja disembunyikan. Yang tampil ke layar korban hanyalah persona digital yang dibuat perusahaan.

Sumanto mulai merasa tidak nyaman dan bersalah karena korban terus dirugikan. Dia pun sadar tidak ingin menjadi bagian dari sistem yang menipu mereka walaupun secara finansial pekerjaan itu cukup menggiurkan.

Per bulan, dia mendapatkan gaji pokok hingga Rp 3 juta. Sumanto juga mendapatkan bonus harian sekitar Rp100 ribu. 

Ada pekerja yang bisa mengantongi penghasilan hingga Rp 10 juta per bulan jika performanya tinggi. Namun gaji besar itu tidak menutup rasa bersalah yang muncul setiap hari di hati Sumanto. Pada akhirnya dia memilih keluar dari pekerjaan itu.

"Saya sebulan saja bekerja di sana karena menyadari bahwa ini scamming," jelasnya.

Sumanto bersyukur keputusan tersebut tepat. Apalagi saat ini polisi sudah menggerebek kantor tersebut. Dia tidak termasuk dari enam orang ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pemilik, HRD, manajer proyek, hingga team leader. 

Dari keterangan Polresta Yogyakarta, perusahaan love scamming di Gito Gati tersebut merupakan bagian dari sindikat penipuan internasional yang menggunakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW. 

Keenam tersangka dijerat dengan berbagai pasal pidana, mulai dari penipuan, pelanggaran ITE, hingga pornografi, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Anjing Diracun lalu Dicuri di Lereng Merapi Sleman, Polisi Turun Tangan

Load More