SuaraJogja.id - Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Bantul didampingi Unit Gakkum Polda DIY melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut bus terguling di Bukit Bego, Jumat (9/2/2024) siang. Dibantu oleh Dinas Perhubungan Bantul mereka mencoba mereka ulang adegan bus Saestu Transport terguling.
Mereka menurunkan unit Traffiq Accident Analisys (TAA) untuk memastikan kejadian kecelakaan tersebut. Mereka juga menghadirkan sopir dan kernet bus naas tersebut. Polisi nampak berusaha mencermati setiap sudut jalan lokasi kejadian. Dalam dugaan sementara, rem blong menjadi penyebab bus celaka.
Kanit Gakkum Dirlantas Polda DIY, AKBP Sugiyanto menuturkan Jumat siang ini, pihaknya melakukan olah TKP kejadian kecelakaan tunggal bus Saestu Trans di Bukit Bego yang terjadi Kamis (8/2/2024) kemarin sekira pukul 14.30 WIB. Di mana dalam kecelakaan itu ada tiga orang yang meninggal dunia.
"Bus itu membawa 52 orang penumpang termasuk sopir dan kernet. 3 meninggal dunia dan saat ini ada satu balita umur 1,5 tahun kritis di RSUP Dr Sardjito," kata dia, Jumat.
Dari keterangan sopir dan olah TKP sementara sebenarnya kendaraan tersebut dalam keadaan prima. Dari atas (Mangunan) kendaraan tersebut semuanya berfungsi normal. Namun sekitar satu kilometer sebelum kejadian kendaraan sempat mengalami kendala.
Di mana kala itu, bus tiba-tiba blank semua, rem tangan ataupun rem kaki tak berfungsi dengan baik. Sopir dan kernet sudah tidak bisa berbuat banyak karena kendaraan meluncur tak terkendali. Sekitar 500 meter sebelum kejadian sopir membanting stir ke kiri karena di kanan jalan ada tebing.
"Sopir banting kiri dengan pertimbangan korban lebih sedikit nanti," kata dia.
Usai banting stir ke kiri, bus kemudian terpelanting dan ambruk ke kiri. Saat itu sopir bersama kernet sudah bisa keluar dan meminta agar para penumpang segera keluar dari bus. Namun ketika berusaha meminta penumpang keluar, tiba-tiba bus merosot sekitar 55-60 meter. Bus baru berhenti di lokasi terakhir tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, ternyata setelah bus terguling semua fungsi kendaraan kembali normal. Di mana hand rem maupun rem kaki juga kembali berfungsi normal. Bahkan spedo meter menunjukkan angka 99.
"Jadi kendaraan itu dalam keadaan prima. Tidak masalah. Maka kami dalami apakah karena faktor sopir atau kendaraan. Tapi itu posisi off, bus tidak berusaha mengerem baik hand rem ataupun rem kaki," tambahnya.
Pihaknya memang sengaja menurunkan alat taa untuk memberikan gambaran secara langsung kecelakaan tersebut. Karena alat TAA ini memiliki kemampuan untuk menggambar situasi dengan Animasi ketika sudah melihat lokasi kejadian.
Hingga saat ini memang belum ada penetapan tersangka terhadap sopir ataupun kernet. Untuk sementara kedua orang tersebut statusnya sebagai saksi dan ditahan dalam 24 jam sejak kecelakaan tersebut terjadi.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Kecelakaan Fatal Mobil Listrik Xiaomi Renggut Nyawa Tiga Mahasiswi Karena Terkunci
-
Xiaomi SU7 Tabrakan dan 3 Mahasiswi Tewas Terbakar, Pintu Mobil Diduga Tak Bisa Dibuka
-
Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
-
Penjualan Asuransi Kendaraan Meningkat Jelang Lebaran, Tingginya Kecelakaan Jadi Faktor Pendorong
-
Kondisi Lalin Padat, Kecelakaan Beruntun Sempat Terjadi di Jalan Tol Layang MBZ Pagi Ini
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik