SuaraJogja.id - Jalur fungsional Tol Jogja-Solo telah dibuka selama sepekan untuk arus mudik Lebaran 2024. Tercatat puluhan ribu kendaraan sudah melintasi ruas tol tersebut.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah mengungkapkan ada sebanyak 58.702 kendaraan telah melewati jalur fungsional Tol Jogja-Solo selama arus mudik kemarin. Jumlah tersebut terhitung sejak 5-11 April 2024.
Selama kurun waktu sepekan tersebut, Exit Tol Ngawen menjadi jalur yang paling sibuk. Jalur tersebut paling banyak dilewati oleh para pengendara untuk keluar dari jalur fungsional Tol Jogja-Solo.
Tercatat total ada 40.965 kendaraan yang keluar dari Exit Ngawen. Sementara itu untuk Exit Ceper, Karanganom dilewati oleh 17.737 kendaraan saja.
Disampaikan Rudy, selama arus mudik volume lalu lintas tertinggi di Exit Tol Ngawen terjadi pada H-3 Lebaran. Total ada 6.924 kendaraan yang melintas di sana, angka itu dua kali lipat dari total volume lalu lintas tertinggi yang tercatat di Exit Ceper.
"Untuk volume lalu lintas tertinggi tercatat pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 1445H, 7 April 2024, sejumlah 6.924 kendaraan melalui Exit Ngawen, Klaten yang masih merupakan exit favorit pengguna jalan. Sedangkan untuk Exit Ceper Karanganom tercatat sebanyak 2.504 kendaraan," kata Rudy dalam keterangannya, Sabtu (13/4/2024).
Rudy menuturkan lonjakan kendaraan yang melintas jalur fungsional Tol Jogja-Solo terjadi pada Sabtu (6/4/2024). Saat itu tercatat ada 11.581 kendaraan yang masuk jalur fungsional tersebut.
Angka itu bahkan dua kali lipat dari jumlah kendaraan yang melintas pada hari pertama mudik. Ketika itu kendaraan yang melewati jalur fungsional itu baru mencapai 5.878 kendaraan aja.
Tren kecenderungan untuk kendaraan keluar melalui Exit Ngawen sendiri sudah terpetakan sejak hari pertama jalur fungsional Tol Jogja-Solo dibuka. Saat itu sudah ada 3.135 kendaraan yang keluar dari Exit Ngawen dan hanya 926 kendaraan dari Exit Ceper, Karanganom.
"Dari data lalu lintas yang keluar akses fungsional, kami mencatat Exit Ngawen [Klaten] merupakan exit favorit pengguna jalan dengan jumlah kendaraan yang keluar akses tersebut mencapai 3.135 kendaraan dengan lalu lintas tertinggi pada pukul 16.00-17.00 WIB sejumlah 578 kendaraan," terangnya.
"Sementara itu, untuk Exit Ceper Karanganom tercatat sebanyak 926 kendaraan dengan lalu lintas tertinggi pada pukul 16.00-17.00 WIB sebanyak 142 kendaraan," sambungnya.
Lonjakan jumlah kendaraan yang keluar dari Exit Ngawen itu sudah terjadi sehari setelah pembukaan jalur fungsional itu tepatnya pada 6 April 2024. Berdasarkan catatan dari 11.581 kendaraan yang lewat di jalur fungsional Tol Jogja-Solo, separuh lebih menempuh rute masuk di Gerbang Tol (GT) Colamadu/Banyudono dan keluar di pintu keluar Ngawen.
Sementara itu ada 6.301 kendaraan yang mengambil rute Colamadu/Banyudono-Ngawen di hari kedua arus mudik. Angka itu menunjukkan sebagian besar pemudik memilih memang memaksimalkan total jalur fungsional sepanjang 22 kilometer itu.
Sementara itu tercatat praktis hanya 2.197 kendaraan yang memilih untuk keluar di Exit Ceper, Karanganom. Diketahui pada arus mudik lalu, jalur fungsional Tol Jogja-Solo itu dioperasikan satu arah tepatnya dari Gerbang Tol (GT) Colomadu ke arah GT Ngawen, Klaten.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru