SuaraJogja.id - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menyatakan untuk menerima konsesi izin pertambangan yang ditawarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lalu mana wilayah tambang yang akan dikelola Muhammadiyah?
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti memang belum mengukap secara detail tambang apa atau dimana yang akan dikelola oleh Muhammadiyah nanti. Namun sejauh ini kemungkinan besar pihaknya akan mengelola tambang batu bara.
"Memang itu [batu bara] sementara yang kami terima. Dari peraturan pemerintahnya juga menyebut gitu, Peraturan Pemerintah 25/2024 juga menyebut itu," ujar Mu'ti seusai konsolidasi nasional di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Minggu (28/7/2024).
Kendati demikian, Mu'ti bilang masih akan menunggu instruksi resmi dari pemerintah. Pembicaraan dengan Presiden dan menteri terkait pun akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
"Itu yang belum [wilayah tambang] karena itu juga termasuk nanti yang kami akan bicarakan dengan pemerintah. Terutama dengan Pak Presiden Jokowi dan juga Pak Menteri Bahlil dan juga mungkin Menteri ESDM, lokasi mana yang diperuntukkan bagi Muhammadiyah," ungkapnya.
Terkait dengan pembentukan badan usaha khusus, Mu'ti mengatakan juga akan segera berproses. Pembentukannya nanti bersama dengan tim pengelolaan tambang yang sudah dibentuk.
Namun memang dia bilang selama ini Muhammadiyah sudah memiliki pedoman tentang pembentukan badan usaha milik Muhammadiyah. Ada dua yakni amal usaha Muhammadiyah yang non profit dan badan usaha milik Muhammadiyah yakni unit-unit bisnis yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan di bawah perserikatan dan amal usaha Muhammadiyah.
"Jadi kalau kami nanti mengelola tambang ini akan dibentuk badan usaha milik Muhammadiyah yang nanti namanya kita belum tahu, dan insya allah kami memiliki pengalaman dan sumber daya manusia untuk mengelola itu," tandasnya.
"Waktunya kapan nanti akan kita sampaikan kemudian bersama dengan tim yang kami sudah putusakan dan segera kami tetapkan dalam surat keputusan PP Muhammadiyah," imbuhnyaa.
Baca Juga: Ditunjuk Pimpin Tim Tambang Muhammadiyah, Muhadjir Effendy: Saya Baru Tahu Tadi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa semua pengurus wilayah organisasi yang ada di 35 provinsi setuju terkait pengelolaan izin usaha pertambangan ini. Berbagai masukan pun telah disampaikan seluruh pengurus wilayah mengenai hal itu.
"Jadi semuanya bersetuju tapi mereka juga memberikan masukan-masukan tadi, yang menyangkut lingkungan hidup, yang menyangkut kesejahteraan masyarakat sekitar dan juga agar tetap bisa menjaga persatuan lingkungan sosial setempat. Jangan sampai usaha tambang menimbulkan disparitas dan konflik sosial," kata Haedar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
Terkini
-
Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan