SuaraJogja.id - Setelah menggelar Konsolidasi Nasional (konsolnas) secara tertutup selama dua hari terakhir, Muhammadiyah akhirnya menyampaikan sembilan hasil keputusannya di Yogyakarta, Minggu (28/7/2024).
Risalah ini merupakan keputusan bersama PP Muhammadiyah, Majelis, Lembaga, Biro, dan Organisasi Otonom tingkat pusat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah dan Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah.
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mukti menyatakan, konsolidasi tersebut membahas masalah-masalah strategis Persyarikatan, keummatan, dan kebangsaan. Yang pertama, warga Persyarikatan Muhammadiyah hendaknya memahami dan mematuhi dengan baik serta terus melakukan sosialisasi secara luas tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
"KHGT telah ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai manhaj yang berlandaskan Alquran, As-Sunnah, dan ijtihad yang berkemajuan," ujar Abdul Mukti, Minggu.
Menurut Mukti, Muhammadiyah ke depan perlu memperluas dan memperkuat dakwah dalam mengatasi masalah-masalah sosial dan moralitas. Sebut saja persoalan maraknya judi online, korupsi, kekerasan, ketahanan keluarga, pengangguran, kualitas generasi Z yang menjadi tugas dan tanggung jawab keummatan dan kebangsaan yang konstruktif disertai langkah memberi literasi dan solusi.
"Perlu diselamatkan anak-anak dari pengaruh judi dan disrupsi sosial yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat," tandasnya.
Mukti menambahkan pemerintah bersama-sama Muhammadiyah dan komponen bangsa lainnya perlu lebih progresif dalam usaha, program, dan kebijakan menegakkan keadilan sosial dengan mempersempit kesenjangan sosial.
Diantaranya melalui kebijakan-kebijakan afirmatif yang memberi ruang dan memperluas peran masyarakat disertai kebijakan mengurangi atau menata kembali peran oligarki dalam berbagai bidang kehidupan.
Terkait transisi pemerintahan hasil Pemilu 2024, pemerintah hendaknya lebih terfokus pada penciptaan ekosistem kebangsaan yang kondusif. Selain itu disertai penguatan kehidupan demokrasi yang berkualitas, meritokrasi, good governance, dan persatuan nasional yang semakin kokoh di antara elite politik dan berbagai elemen bangsa.
Baca Juga: Bukan Tanpa Syarat, Ini Alasan Muhammadiyah Terima Tawaran Mengelola Tambang
Sementara terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) pada November tahun 2024, Muhammadiyah meminta pemerintah mempersiapkannya secara lebih seksama. Dengan demikian penyelenggaraan kontestasi demokrasi betul-betul dijauhkan dari segala bentuk kecurangan, politik uang, transaksi-transaksi politik tercela dan berbagai praktik yang bertentangan dengan hukum dan nilai akhlak mulia.
"Diharapkan masyarakat cerdas memilih agar para kepala daerah terpilih memiliki moralitas luhur, integritas tinggi, visioner, dan membuktikan leadership yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat dan daerahnya di atas kepentingan diri, kroni, dan kelompok sendiri," tandasnya.
Muhammadiyah kedepan juga berkomitmen memperkuat dan memperluas dakwah dalam bidang ekonomi termasuk pengelolaan tambang. Namun dalam praktiknya harus sesuai dengan ajaran Islam, konstitusi, dan tata kelola yang profesional, amanah, penuh tanggung jawab, seksama, berorientasi pada kesejahteraan sosial.
"Selain itu harus menjaga kelestarian alam secara seimbang, dan melibatkan sumberdaya insani yang handal dan berintegritas tinggi," ujarnya.
Di sektor pendidikan, lanjut Mukti, pendidikan Indonesia penting diproyeksikan sebagai pilar utama dan jalan strategis dalam merancang-bangun masa depan bangsa yang berkarakter kuat berbasis iman-taqwa dan akhlak mulia, memiliki nasionalisme berjiwa Pancasila. Namun di sisi lain perlu menguasai saintek yang unggul agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju.
Kontinuitas dan integrasi seluruh jenjang pendidikan hingga pendidikan tinggi menuju satu sistem pendidikan nasional yang holistik perlu dijamin. Sehingga peta jalan pendidikan yang bersifat transformatif menuju pendidikan unggul guna terwujudnya generasi emas sejalan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa bisa terwujud.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata