SuaraJogja.id - Pria berinisial AI (26) warga Pleret, Bantul diamankan polisi usai terlibat kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pelaku diketahui merupakan mucikari yang sudah beroperasi sejak akhir tahun 2023 lalu.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman Ipda Albertus Bagas Satria menuturkan AI memulai aksinya dengan dengan mencari korban secara acak lewat media sosial. Pelaku bermodus menawarkan pekerjaan kepada para sasarannya.
"Dia secara random membroadcast untuk, menawarkan pekerjaan. kemudian setelah didalami pekerjaannya itu, itu sebagai pelacur untuk melayani tamu hidung belang," kata Bagas, dikonfirmasi, Selasa (26/11/2024).
Aksi itu dilakukan pelaku sudah sejak Desember 2023 lalu tepatnya setelah ia terkena pemutusan hubungan kerja alias PHK. Pelaku beroperasi untuk menawarkan korban kepada pelanggan hidung belang melalui sistem online.
Baca Juga: Dari Mucikari Hingga Penjual Bayi, 11 Tersangka TPPO di Yogyakarta Diringkus
"Jadi, motivasinya karena dia putus kerja saat itu. Jadi, mulai dari Desember tahun lalu dia sudah melakukan praktiknya," ujarnya.
Disampaikan Bagas, korban nantinya akan diarahkan oleh pelaku melalui komunikasi WA dengan pelanggan. Kesepakatan harga sendiri sudah dilakukan oleh pelaku dan si calon pelanggan.
"Dari keterangan pelaku, dia bilang sudah lebih dari lima kali. Kemudian untuk, korban yang kita amankan, kita periksa itu kemarin ada satu. Kemudian, pengembangan ada satu lagi," ucapnya.
Setelah semua transaksi selesai, pelaku akan meminta komisi untuk disetorkan oleh korban. Komisi yang didapat pelaku bervariasi tergantung harga yang disepakati di awal.
Kasus ini terungkap setelah petugas melakukan patroli siber dan menemukan akun yang menawarkan jasa PSK pada Jumat (1/11/2024) lalu. Berdasarkan informasi itu, polisi lantas mendalami dan menggerebek pelaku di salah satu penginapan di Ngaglik pada Sabtu (2/11/2024).
Baca Juga: Kasus Jual Beli Bayi Terbongkar di Kulon Progo, Pelaku sudah Beraksi Belasan Kali
"Ternyata setelah kita bawa ke kantor, kita dalami. Ternyata akun michat segala macam itu dipegang oleh si pelaku. Sehingga ini [korban] hanya menerima perintah secara chat WA dari pelaku begitu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Pekerja Indonesia Disarankan Tak ke Myanmar, Kamboja dan Thailand: Rawan TPPO!
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Lebih Mahal dari Xiaomi 15: Light Phone 3 Sajikan Fitur agar Orang Bisa Pensiun dari Media Sosial
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil