SuaraJogja.id - Lazismu menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 29 November hingga 1 Desember 2024. Pada rakernas tahun ini, Lazismu mengangkat tema besar 'Sinergi Kebaikan untuk Inovasi Sosial dan Capaian SDGs'.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, melaporkan pada rakernas kali ini dapat dihadiri 121 peserta yang berasal dari 30 provinsi. Dengan peserta rakernas sebanhak 91 orang dan peserta pelatihan dewas pengawas syariah (DPS) 30 orang.
"Rangkaian agenda kita 2-3 hari ini sejatinya menjadi memantapkan pandangan, menyatukan pokok pikiran dan mensinergikan gerakan kita," kata Mujadid Rais di Auditorium Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, Jumat (29/11/2024).
Lazismu harus senantiasa bisa berkolaborasi dengan semua pihak. Tidak hanya pada level internal saja melainkan juga hingga ke luar atau pihak eksternal.
"Kita mesti sama-sama menginternalisasi apa yang disebut dengan sinergi kebajikan. Apa yang dimaksud dengan inovasi sosial, apa yang dimaksud dengan SDGs," ungkapnya.
Disampaikan Mujadid Rais, berdasarkan evaluasi atau target pada Rakernas yang lalu, pada tahun ini, Lazismu secara nasional memperoleh penghimpunan sebesar Rp580.794.819 miliar.
"Kita memantapkan tekad mengencangkan niat untuk selalu lebih baik dari tahun ke tahun. Sehingga kenaikan penghimpunan kita gunakan standar untuk kenaikan sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya," tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief menuturkan bahwa rakernas ini diproyeksikan untuk menyusun program kerja dan anggaran untuk tahun 2025. Ia menyebut perlu ada sistem baik dan bisa diterima semua pihak untuk berbagai program ke depan.
"Tema yang diangkat Lazismu sejak 2016 sampai 2024 itu konsisten dengan isu SDGs, artinya sudah 7-8 tahun kita bergelut dengan SDGs dan menurut saya secara subyektif saya ingin mengatakan bahwa Lazismu adalah salah satu lembaga amil zakat yang sangat konsistendengan SDGs," tutur Hilman.
Baca Juga: 7 Tahun Sukses, INNSiDE by Melia Yogyakarta Perkuat Jalinan dengan 50 Perusahaan
Menurut Hilman, Lazismu menjadi lembaga yang dapat mengkomunikasi program-program dengan baik di tingkat lokal, mulai kabupaten, provinsi bahkan kecamatan. Sehingga sinergi itu dapat tercipta dengan rumusan yang sesuai dengan pandangan masyarakat dunia.
"Kita ini sebetulnya SDGs bukan memang semata-mata kesepakatan masyarakat internasional tentang capaian pembangunan tapi sebagai media komunikasi dengan dunia internasional bahwa yang kita lakukan itu punya makna dan ternyata manfaatnya besar," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ikhwan Ahada mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta rakernas. Dia menilai bahwa peran Lazismu di DIY sendiri juga tak bisa dipandang sebelah mata.
Tidak hanya memberikan banyak dukungan dalam gerakan dakwah maupun pendidikan. Namun, kata Ikhwan, Lazismu DIY turut memberikan dukungan untuk kegiatan organisasi baik majelis maupun lembaga.
"Ini membuktikan Lazismu memiliki posisi yang amat sentral walaupun usia belum sepanjang majelis dan lembaga lain tetapi posisi penting harus betul-betul kita pertahankan," tegas Ikhwan.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan
-
18 Pejabat Kabinet Merah Putih Diganti, Sosiolog UGM: Publik Menunggu Gebrakan Nyata