Dinkes Siap Siaga
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi situasi gawat darurat selama masa libur Lebaran 2025. Layanan kesehatan 24 jam siap melayani seluruh wisatawan yang membutuhkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menuturkan pihaknya mendirikan tiga pos pengamanan yakni di titik nol km, Abu Bakar Ali serta area Tugu yang menggunakan Puskesmas Jetis. Selain itu ada Puskesmas Tegalrejo yang juga disiagakan selama masa libur Lebaran.
"Puskesmas jaga selama cuti bersama tapi kalau untuk tanggal merah memang tutup. Kita punya 18 Puskesmas, dua Puskesmas rawat persalinan ini 24 jam untuk persalinan. Ini Puskesmas Tegalrejo dan Puskesmas Jetis," kata Emma.
Ada pula layanan kesiapsiagaan 24 jam oleh public service center (PSC) 119 Yes. Pelayanan itu, diungkapkan Emma, tak hanya dikhususkan bagi warga Kota Jogja saja.
Melainkan seluruh wisatawan atau orang yang tengah menikmati waktu liburan di kota gudeg. Biaya pelayanan itu akan ditanggung Pemkot Yogyakarta lewat program jaminan kesehatan daerah.
"Jadi apabila ada kecelakaan atau kegawatdaruratan di wilayah kota, ini KTP mana pun tapi di wilayah kota itu bisa menelepon 119 atau 0274 420 118 yang nanti akan datang ambulans dari rumah sakit terdekat atau kalau memang PSC juga kosong juga akan datang untuk menolong dan 24 jam di IGD biaya akan dicover oleh jamkesda. TKP harus di Kota Jogja," ungkapnya.
"KTP manapun bisa menelpon YES 119, asal kejadian di wilayah Kota Yogya. Ini juga perlindungan untuk wisatawan," imbuhnya.
Selain itu, Emma bilang ada alat kejut jantung atau Automated External Defibrillator (AED) yang turut disiagakan pada tiga titik di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Mudik 2025, BRI Hadirkan Posko Mudik di Titik Strategis
Hal ini sebagai antisipasi mitigasi penanganan cepat ketika ada orang yang henti jantung mendadak.
"Jadi kami juga sudah memasang Automated External Defibrillator (AED) dan itu juga kita sudah melatih juga warga sekitar. Itu nanti begitu menolong tetap akan dipantau dari PSC. Jadi sebelum PSC datang itu sudah apa yang sudah dilakukan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang