SuaraJogja.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menyita sejumlah dokumen penting dan ponsel terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020 di Kabupaten Sleman.
Saat ini penyidikan masih terus berlangsung dengan mengumpulkan bukti-bukti lain.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto menuturkan penyitaan itu bagian dari teknik pengumpulan alat bukti yang ada. Pihaknya juga masih menggali lebih lanjut bukti-bukti lain.
"Pasti ada, penyitaan dokumen sudah ada, penyitaan-penyitaan mungkin seperti ya handphone pun sudah ada. Jadi sudah ada beberapa yang kami lakukan penyitaan-penyitaan di dalam tahap penyidikan ini," kata Bambang, dikutip Selasa (29/7/2025).
Kendati demikian, Bambang enggan menyampaikan lebih jauh terkait penyitaan sejumlah barang bukti tersebut. Termasuk jumlah ponsel dan berkas-berkas lain.
"Nanti penyidik, yang pasti ada handphone yang kami sita, mungkin ada dokumen-dokumen yang kami sita," ucapnya.
"Pokoknya kami pasti menyita alat bukti yang berkaitan dengan perkara itu pada prinsipnya," imbuhnya.
Disinggung soal penetapan tersangka, Bambang menyebut pihaknya masih bakal melakukan pendalaman terkait perkara ini.
Namun ia memastikan untuk tetap bekerja secara objektif dan profesional hingga nanti penetapan tersangka. Saat ini pihaknya masih membutuhkan bukti-bukti lain untuk memperkuat penetapan tersangka.
Baca Juga: Kejati DIY Geledah Kominfo Sleman Terkait Korupsi, Begini Kondisi Terkini Pelayanan Publik
"Dalam melakukan penetapan tersangka nantinya kami kan harus mempunyai alat bukti yang cukup, nanti untuk penetapan tersangkanya pasti kan kami akan membuktikan di pengadilan juga," tuturnya.
Adapaun sejauh ini setidaknya sudah ada 365 orang saksi yang telah diperiksa dalam perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata di Sleman ini.
"Kami memerlukan pendalaman-pendalaman sampai dengan saat ini juga pendalaman yang dilakukan oleh penyidik ini segera bisa diselesaikan. Sehingga nantinya dengan alat bukti yang ada kami bisa melakukan penetapan tersangka," ujar dia.
Diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman masih terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020 silam.
Berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp10 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Peringatan Dini BMKG: Akhir Pekan di Jogja Berpotensi Hujan Badai Petir dan Angin Kencang
-
Wajib Coba! 7 Kuliner Legendaris Jogja Paling Dicari Wisatawan, Lengkap Pagi hingga Malam
-
BBRI Masih Menarik di Tengah Tekanan Saham Bank, Fundamental Kuat Jadi Andalan
-
UMP Jogja Masih Rendah, Buruh Lelah Suarakan Kenaikan Upah dan Kesejahteraan saat May Day
-
Sahid Tour Siap Berangkatkan 492 Jamaah Haji, Beri Bekal Lewat Program Manasik 3 Hari