Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 21:34 WIB
Sejumlah massa demo masih bertahan di sekitar Ring Road Utara di depan Mapolda DIY, Jumat (29/8/2025). [Hiskia/Suarajogja]

SuaraJogja.id - Aksi demo Jogja Memanggil masih ricuh di depan Polda DIY, Jumat (29/8/2025) malam.

Massa yang masih terus mendekat ke Mapolda DIY justru kembali mendapat lemparan gas air mata. Bahkan polisi makin membabi buta melepaskan alat pengurai kerumunan tersebut.

Pantauan di lapangan setelah gas air mata ditembakkan ke depan Polda DIY, polisi juga menembakkan gas air mata ke depan Pakuwon Mall Jogja.

Hingga pukul 21.08 WIB, massa yang bertahan dan mendapat gas air mata langsung berpencar menjauhi lokasi.

Hal itu membuat suasana semakin kacau dan memaksa massa berlarian mencari udara segar.

Sejumlah orang tampak terkena dampak langsung dari gas air mata. Mereka terbatuk, sebagian menutup wajah dengan kain basah, dan ada yang harus dibantu rekannya untuk menjauh dari titik tembakan.

Di tengah kepanikan, suara teriakan bercampur dengan sorak-sorai perlawanan.

Meski dipukul mundur, massa tak bubar. Mereka masih berulang kali maju kembali depan gerbang Polda DIY.

Massa demonstran kembali menyalakan api dan membakar barang-barang. Kobaran api tampak menyala di dekat pintu masuk sisi barat Polda DIY.

Baca Juga: Aksi Demo Jogja Memanggil Ricuh, Satu Mobil Polisi Diamuk Massa saat Melintas

Massa Aksi Amuk Mobil Polisi

Sebuah mobil polisi yang melintas di Jalan Ring Road depan Polda DIY menjadi bulan-bulanan massa aksi demo Jogja Memanggil, Jumat (29/8/2025) malam.

Mobil berwarna putih-biru milik aparat penegak hukum itu awalnya ingin melintas.

Namun, massa yang terpancing emosi, membuat mobil melaju kencang untuk kabur dan nyaris melindas massa aksi yang berada di sepanjang jalan.

Pantauan Suarajogja.id, massa berhasil menghentikan mobil tersebut di depan Pakuwon Mall.

Benar saja, mobil berhenti, massa aksi langsung memukul mobil dengan bambu dan memecahkan kaca mobil yang sudah diamuk massa.

Load More