SuaraJogja.id - Sebanyak 66 orang ditahan polisi dalam aksi demo yang terjadi selama 29-31 Agustus 2025 di DIY.
Aksi demo tersebut terpusat di depan Mako Polda DIY dan berubah ricuh hingga menimbulkan korban.
Kepala Departerman Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Dhanil Al Ghifary menyebutkan bahwa 24 orang anak dari 66 orang yang ditahan sudah dibebaskan.
"Keterangan dari KPAI ada sekitar 24 anak yang ditangkap dan sudah dibebaskan," ungkap Dhanil, Senin (1/9/2025).
Dhanil mengaku bahwa jumlah tersebut bisa jadi masih bertambah. Namun pihaknya belum bisa mengonfirmasi secara lengkap mengingat massa yang ditahan masih dalam pemeriksaan.
Dari 24 itu masih ada satu orang yang ditahan karena kedapatan membawa senjata tajam.
"Anak ini dibawa ke BPRSW [Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Dinas Sosial DIY]," kata dia.
Selain 24 anak, sebanyak 40 orang dewasa masih dalam pemeriksaan polisi. LBH Jogja juga belum bisa mengakses massa aksi yang berada di Polda DIY.
Disinggung adanya luka-luka yang dialami massa aksi selama dalam penangkapan, Dhanil mengaku beberapa orang memang terluka.
Baca Juga: Pasca Ricuh Jogja Memanggil: Kondisi Terkini di Sekitar Polda DIY, Jalanan Dibuka, Aparat Istirahat
"Dari pengamatan kami saat penyerahan, rata-rata mengalami luka. Ada yang lebam di pelipis, luka di kaki. Tapi tidak sempat kami data karena langsung dijemput orang tua," kata dia.
Hingga kini LBH Jogja masih berupaya menemui massa aksi yang ditahan untuk pendampingan.
Dhanil juga meminta agar keluarga atau mahasiswa yang hingga kini belum kembali ke rumah mereka pasca demo kemarin melaporkan ke lembaganya untuk ditindaklanjuti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga