"Jam 06.30 sampai jam 07.06 kami nyatakan meninggal. Pasien yang meninggal itu [Rheza] datang dalam kondisi sangat buruk tapi masih ada tanda kehidupan. Ya kita lakukan pijat jantung," ujarnya.
Sempat Lakukan Upaya Medis
Menurut Banu, tim medis langsung melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sekitar 30 menit dibantu oksigenasi.
Namun upaya itu gagal menyelamatkan nyawa Rheza.
"Jadi kalau keterangannya di dalam perjalanan itu pula teman-teman medis dari Polda itu juga melakukan RJP itu. Di sini langsung kita lanjutkan dengan tambahan alat ya. Oksigen, oksigenasi dan lain sebagainya kita lakukan," ungkapnya.
Dengan demikian hasil yang dapat dibuka ke publik hanya sebatas diagnosa medis.
"Prinsipnya begini, pasien ini tidak kita lakukan visum ad repertum. Itu namanya nanti munculnya adalah surat keterangan medis hasil pemeriksaan atau resum medis hasil pemeriksaan ini," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang