Prajurit perempuan tampil dalam perayaan Garebeg Maulud Dal 2025 di Yogyakarta, Jumat (5/9/2025). [Suara.com/Putu]
Dian optimistis, penyesuaian ini tidak mengurangi animo masyarakat namun sebaliknya, Garebeg Maulid bisa menjadi ruang pembelajaran budaya yang lebih hidup.
"Antusiasme masyarakat tetap tinggi, bahkan semakin meningkat. Kami sedang mengkaji kemungkinan menambah jumlah parade di masa depan agar partisipasi publik lebih besar," jelasnya.
Salah seorang warga asal Kota Yogyakarta, Fany yang menonton garebeg mengaku baru pertama kali melihat prajurit perempuan hadir dalam garebeg. Hal itu menandakan emansipasi perempuan sebenarnya sudah ada sejak dulu.
"Ini bagus untuk menunjukkan kalau perempuan serba bisa sejak dulu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 86 Kurikulum Merdeka: Memahami Teks Negosiasi
-
DIY Setop Kirim Sampah ke Piyungan, Yogyakarta Genjot Pengelolaan Organik Mandiri
-
Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu
-
Pengamat Hukum UII: Keterangan Saksi Kemenparekraf Justru Meringankan Sri Purnomo
-
Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY