Polisi merilis kasus pengerusakan dan pelemparan bom molotov di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Kemudian di pospol Jombor itu dia melakukan pelemparan batu pada pukul 05.31 WIB.
"Selanjutnya dia langsung ke utara ke pos Denggung itu pada pukul 05.40 WIB, langsung dia putar balik ke selatan ke pos Kronggahan itu pada pukul 05.50 WIB," papar Adrian.
Riski menegaskan hanya ada dua titik yang dilempari molotov, yaitu di pospol Pingit dan Monjali.
"Molotov itu pingit sama Monjali di jalan. Molotov cuma dua," ujarnya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari para tersangka.
Mulai dari satu buah botol berisi BBM dan terpasang sumbu kain, satu kartu memori MMC.
Selain itu, polisi juga menyita sepeda motor Honda Vario, sandal hitam, serta pakaian yang digunakan tersangka saat beraksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi