- Pakar UGM, Diana Setiyawati, menekankan pemenuhan kebutuhan dasar adalah pondasi pemulihan psikologis penyintas bencana Sumatera.
- Pada fase darurat, prioritas utama adalah penyediaan logistik, tempat tinggal layak, serta dignity kit bagi perempuan dan anak.
- Pemulihan jangka menengah melibatkan kolaborasi dengan pemerintah dan kampus lokal untuk program yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil.
SuaraJogja.id - Pakar psikologisosial dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Diana Setiyawati, menekankan pentingnya kebutuhan dasar bagi para penyintas bencana di sejumlah wilayah di Sumatera.
Diana bilang bahwa kesejahteraan psikologis tidak akan mungkin pulih jika kebutuhan dasar belum terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi pondasi utama sebelum masuk pada tahapan pemulihan yang lebih panjang.
Pada fase awal tanggap darurat, kata Diana, kebutuhan yang paling utama adalah logistik dan tempat tinggal layak bagi para penyintas.
"Kalau kita bicara tentang well-being atau kesejahteraan fisik dan psikologis, nomor satu itu basic needs harus terpenuhi dulu. Masyarakat harus kembali pada kondisi yang nyaman. Jadi yang sangat penting adalah bagaimana kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi dan bagaimana mereka merasa tersupport," ungkap Diana, Senin (8/12/2025).
Setelah fase darurat terlewati, program pemulihan jangan menengah dan panjang di wilayah terdampak bakal mulai dilakukan.
Pihaknya dalam hal ini ikut terlibat untuk menyusun berbagai program itu. Tak hanya bersama dengan pemerintah atau pemangku kepentingan setempat tapi juga dengan kampus-kampus lokal yang ada.
Pendekatan ini dinilai penting agar pemulihan dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Dalam aspek bantuan yang bersifat paling mendesak saat ini, Diana mengungkap pentingnya pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa timnya memprioritaskan penyediaan dignity kit dan alat belajar untuk anak-anak sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas harian dan mental mereka.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Prediabetes Mengintai Anak Muda: Kenali Risikonya & Cara Mengatasinya
Dignity kit itu mencakup pembalut, perlengkapan mandi, popok, dan kebutuhan personal lainnya yang sangat penting bagi perempuan dan anak-anak dalam situasi darurat.
"Untuk sekarang, kita prioritaskan dignity kit dan alat belajar untuk anak-anak, karena itu membantu mereka segera kembali menjalani kehidupan sehari-hari," ujarnya.
"Kita juga melatih para relawan dengan psychological first aid. Agar mereka bisa mendampingi penyintas saat memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan dasar lainnya," imbuhnya.
Diana juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan bencana ini adalah menjangkau lokasi-lokasi terdampak yang sulit diakses. Untuk mengatasi kendala tersebut, timnya bekerja sama dengan NGO lokal yang sudah lebih dulu berada di lapangan.
Diana menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur tapi membangun kembali ketahanan mental dan rasa aman masyarakat.
Ia berharap langkah-langkah dengan pendekatan pemenuhan dasar ini dapat membantu para penyintas untuk perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara lebih layak dan bermartabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi