- Swara Prambanan 2025 memilih meniadakan kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana, mengganti perayaan dengan doa, cahaya, dan keheningan penuh makna.
- Doa lintas iman dan penampilan seni-budaya seperti sendratari Roro Jonggrang, Denny Caknan, hingga Padi Reborn menjadi simbol kebersamaan dan harapan untuk Indonesia.
- Momen refleksi dan rasa syukur menutup malam pergantian tahun, menegaskan bahwa perayaan tak selalu harus gemerlap, melainkan bisa sederhana namun menyentuh hati.
SuaraJogja.id - Malam pergantian tahun di Candi Prambanan kali ini terasa berbeda. Swara Prambanan 2025 memilih menutup tahun tanpa dentuman kembang api, menggantinya dengan doa, cahaya, dan keheningan yang sarat makna.
Di bawah langit Prambanan yang tenang, ribuan pengunjung menyambut tahun baru bukan sekadar pesta, melainkan momen refleksi dan kebersamaan.
Keputusan meniadakan kembang api menjadi bentuk empati terhadap saudara-saudara di berbagai daerah Indonesia yang tengah dilanda bencana, terutama di Sumatra.
Doa Lintas Iman di Bawah Siluet Candi
Perayaan diawali dengan doa bersama yang dipimpin lima pemuka agama. Simbol kebersamaan lintas iman ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan bisa berpadu dalam satu tujuan yakni kemanusiaan.
CEO GOLDLive Indonesia, Faqih Mulyawan, menegaskan bahwa Swara Prambanan dirancang sebagai ruang untuk berbagi kepedulian.
"Kami percaya musik dan budaya bisa menjadi medium untuk saling menguatkan, terutama di momen akhir tahun," ujar Faqih di kawasan Candi Prambanan, Rabu (31/12/2025).
Panggung Budaya dan Musik
Menjelang tengah malam, panggung dibuka dengan Sendratari Cendhik Art Dance yang membawakan kisah Roro Jonggrang. Suasana kemudian bergeser lebih hangat saat Denny Caknan mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama.
Baca Juga: Ada Upacara Tawur Agung Kesanga Jelang Nyepi, Candi Prambanan Ditutup
Malam semakin emosional ketika Padi Reborn tampil. Menjelang detik pergantian tahun, seluruh penonton menyalakan flashlight ponsel, menciptakan lautan cahaya yang hening dan penuh makna.
Vokalis Padi Reborn, Fadly, berharap lewat suara dan doa sederhana, Indonesia segera pulih dari marabahaya.
Sesaat sebelum pergantian tahun, penonton diajak berhenti sejenak dari sorak dan musik.
Dalam keheningan itu, Swara Prambanan mengajak setiap individu menutup tahun dengan rasa syukur dan harapan akan langkah lebih baik di tahun mendatang.
Tanpa kembang api, Swara Prambanan 2025 menegaskan bahwa perayaan tidak selalu harus gemerlap. Terkadang, doa, diam, dan kepedulian justru menjadi cara paling tulus untuk menyambut tahun baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Yogyakarta untuk Indonesia: AVMS Indonesia Dirikan Yayasan untuk Lindungi Hak Model
-
Unik! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan untuk Bantu Cegah Gangguan Kecemasan
-
Duh! Penumpang KRL di Jogja Melonjak 30 Persen, Gangguan Listrik Picu Keterlambatan Perjalanan
-
Masih Ada 1,94 Juta Anak Tak Sekolah, Pemerintah Genjot Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman
-
BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Sangat Tidak Disarankan, Ancaman Erupsi Masih Tinggi