- Artikel membahas panduan menyusun naskah drama dari cerpen "Wayang Potehi: Cinta yang Pupus" untuk siswa Kelas 11.
- Langkah penting meliputi identifikasi tokoh (Joko Sudiro, Mei Wang) serta penentuan tata panggung per babak.
- Persiapan drama juga mencakup detail kostum, tata wajah, musik, efek suara, dan tata lampu untuk setiap adegan.
SuaraJogja.id - Kali ini kita akan membahas kunci jawaban untuk tugas menulis naskah drama berdasarkan cerpen "Wayang Potehi: Cinta yang Pupus", yang terdapat pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka Semester 1.
Tugas ini bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami cara mengubah cerita pendek menjadi naskah drama yang bisa dipentaskan, serta menyiapkan mereka untuk menjawab soal yang diberikan dalam buku pelajaran.
Menulis Naskah Drama dari Cerpen: Persiapan dan Pembahasan
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa diharapkan untuk terlebih dahulu mencoba menjawab soal yang diberikan pada Buku Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 146. Setelah itu, artikel ini dapat digunakan sebagai panduan untuk memeriksa dan mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
1. Identifikasi Tokoh-Tokoh dalam Cerpen dan Perwatakannya
Salah satu langkah pertama dalam menulis naskah drama adalah memahami karakter-karakter dalam cerpen. Pada cerpen "Wayang Potehi: Cinta yang Pupus", terdapat beberapa tokoh utama yang memiliki peran penting dalam alur cerita. Berikut adalah identifikasi tokoh-tokoh tersebut:
Joko Sudiro
Ciri-ciri: Seorang mahasiswa tampan asal Jawa yang beragama Islam. Joko digambarkan dengan rambut hitam dan kulit sawo matang, serta mengenakan peci dan sarung setelah salat Isya.
Watak: Joko adalah seorang mahasiswa yang memiliki sifat Islamis, seorang wartawan pers mahasiswa, dan sedang jatuh cinta dengan gadis Tionghoa, Mei Wang. Ia sangat peduli dengan prinsip-prinsip agama, tetapi juga penuh perasaan terhadap Mei Wang, yang merupakan gadis Tionghoa.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 86 Kurikulum Merdeka: Memahami Teks Negosiasi
Mei Wang
Ciri-ciri: Seorang perempuan Tionghoa dengan wajah putih, yang mencirikan perempuan Tionghoa beragama Kristen. Mei Wang sering digambarkan dengan pakaian rapi dan sederhana.
Watak: Mei Wang adalah seorang gadis yang pemalu, dan menjadi tetangga Joko. Ia memiliki latar belakang budaya yang berbeda, yang membuat hubungan mereka agak terbentur oleh perbedaan agama dan kebiasaan. Meskipun demikian, ia cukup menyukai Joko namun terhalang oleh berbagai ketakutan.
Tukang Bakmi
Ciri-ciri: Seorang pria paruh baya dari suku Sunda yang memiliki ciri khas suka bergurau.
Watak: Tukang Bakmi digambarkan sebagai sosok yang baik hati, jenaka, dan selalu bersedia mendengarkan keluh kesah anak muda. Ia memberi banyak masukan kepada Joko mengenai perasaan dan cintanya pada Mei Wang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta