- Profesor Antonius Rachmat Chrismanto dari UKDW Yogyakarta meneliti pemanfaatan emoji untuk meningkatkan deteksi komentar spam di media sosial.
- Peneliti menciptakan dataset SPAMID-PAIR dan model EiAP-BC guna menganalisis keterkaitan kontekstual antara unggahan asli serta komentar pengguna.
- Model EiAP-BC terbukti mampu meningkatkan akurasi deteksi spam secara signifikan dan lebih efisien dibandingkan metode komputasi sebelumnya.
Hasilnya, model EiAP-BC mampu mencapai rata-rata akurasi 88,46 persen ketika emoji diperlakukan sebagai teks dan 86,65 persen ketika emoji diperlakukan sebagai simbol. Capaian tersebut meningkat sekitar 6,22 persen dan 4,15 persen dibandingkan model dasar Bi-LSTM-CNN.
Tak hanya lebih akurat, model tersebut juga dinilai lebih sederhana dan lebih hemat kebutuhan komputasi dibandingkan model berbasis BERT, sehingga lebih efisien digunakan dalam skenario nyata.
"Model yang semula dikembangkan untuk mendeteksi spam di media sosial berpotensi diadaptasi untuk menganalisis relevansi kurikulum berbasis Outcome-Based Education, termasuk memetakan keterkaitan antara capaian pembelajaran, asesmen, hingga umpan balik mahasiswa," jelasnya.
Di masa mendatang, riset pengolahan bahasa diperkirakan akan bergerak menuju model multimodal yang mampu menggabungkan teks, gambar, suara, hingga video secara bersamaan.
Namun tantangan lain yang masih harus dihadapi adalah ketersediaan dataset berkualitas, perubahan pola bahasa yang cepat, hingga masalah bias dan keamanan data. Karenanya perkembangan AI yang sangat cepat harus tetap diimbangi dengan kebijaksanaan manusia dalam mengendalikannya.
"Pertanyaan yang menarik bukan lagi seberapa canggih AI, melainkan bagaimana kita mengendalikannya secara bijaksana," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah
-
Tiga Kota Penuh Makna, Hifdzi Khoir Hadirkan Tur Showcase Intimate 'Berjalan Kaki'