- Trilogi baru ARTJOG diawali dengan representasi warisan luka antar generasi melalui Ars Longa: Generatio.
- ARTJOG Ars Longa: Generatio bisa dinikmati dari 19 Juni 2026 hingga 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM).
- Dikuratori oleh Farah Wardani, Ars Longa: Generatio memadukan pendekatan dialogis dan praktis antargenerasi seniman.
ARTJOG Ars Longa: Generatio menggunakan dua pendekatan, yaitu dialogus (dialog) dan practica (praktik). Pendekatan pertama mengutamakan perbincangan dan diskusi antargenrasi yang diwujudkan dalam karya kolaboratif.
Dialogus diwakili oleh beberapa perupa seperti Alyakha Kolektif (Jayapura), Atreyu Moniaga Project (Jakarta), dan Dolorosa Sinaga & Kelas Aktivisme Harian (Jakarta). Seperti namanya, dialogus meniktiberatkan pada jejaring dalam dunia berkesenian.
Sementara pendekatan kedua yaitu practica diwakili oleh seniman-seniman yang lain seperti Jessica Soekidi (Banten), Radi Arwinda Experience (Bandung 1985-2025), dan TEMPA (Sulteng). Dialogus sendiri menghadirkan karya-karya seniman individu dari beragam praktik seni serta wacana kontemporer.
Jessica hadir dengan The Disco of Roots: A Rhizomatic Collective yang meletakkan umbi-umbian sebagai arsip sejarah dan pengetahuan.
Radi Arwinda Experience (In Memoriam) dipresentasikan lewat karya-karya perpaduan budaya Cirebon dan elemen-elemen bergaya populer.
Sementara TEMPA yang didukung oleh Pertamina menyajikan hasil riset di Palu, Sulawesi Tengah tentang peran kain kulit kayu sebagai artefak budaya. Sebuah artefak yang mengandung nilai spiritualitas dan ekologi.
Penampilan Spesial
Spesialnya, pembukaan ARTJOG Ars Longa: Generatio diperindah oleh penampilan artis indisipliner asal Jepang, Hiromi Tango.
Hiromi Tango tampil mewakili dan merepresentasikan Cuturi Gallery serta didukung oleh HTS Art Advisory. Memboyong kampung halamannya, Hiromi menampilkan Living Threads yang terinspirasi dari shimewana, tali suci dalam tradisi Jepang yang menjadi lambang ikatan dan perlindungan.
Baca Juga: Sekali dalam Sewindu, Sri Sultan HB X Pimpin Prosesi Langka Jejak Banon saat Rangkaian Sekaten
Ia tampil di gedung pameran utama dalam sebuah interactive performance bersama rangkaian bunga asli (krisan, peacock, sedap malam), rempah, serta untaian benang yang menjadi ciri khasnya.
Selain seorang seniman, Tango menyebut dirinya sebagai seorang tukang kebun. Ia menghabiskan waktunya dengan berkebun dari tomat, sayur, hingga bunga yang kemudian menjadi inspirasi dari syahdunya karya-karyanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas