- Seniman Ayik dan Koalisi ARTJOKES melaporkan dugaan kekerasan saat pembukaan ARTJOG 2026 di Yogyakarta ke LBH Yogyakarta.
- Korban melaporkan tindakan represif dan pembiaran oleh aparat saat melakukan aksi seni sebagai bentuk pelanggaran kebebasan berekspresi.
- Koalisi ARTJOKES mendesak penyelenggara ARTJOG segera memberikan permintaan maaf resmi kepada publik atas praktik kooptasi kekuasaan dalam seni.
SuaraJogja.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang seniman yang melakukan aksi performans dalam pembukaan ARTJOG 2026 berbuntut panjang. Seniman Ayik bersama jaringan Koalisi ARTJOKES melaporkan peristiwa yang mereka sebut sebagai bentuk represi terhadap kebebasan berekspresi ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026).
Ayik menilai peristiwa yang dialaminya bukan sekadar insiden biasa, melainkan bagian dari pola represi terhadap kebebasan berekspresi yang belakangan terjadi di Yogyakarta.
"Kami menyampaikan keprihatinan terhadap situasi demokrasi di Yogyakarta, khususnya dalam dua bulan terakhir. Kami menemukan dua peristiwa dengan pola yang hampir sama, yaitu represi terhadap kebebasan berekspresi," kata Ayik.
Menurutnya, pola serupa sebelumnya terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Sementara peristiwa kedua terjadi di ruang kesenian ketika dirinya melakukan aksi performans dalam acara pembukaan ARTJOG 2026.
Ayik juga menyoroti dugaan pembiaran oleh aparat keamanan dan kepolisian saat insiden tersebut terjadi. Padahal, menurutnya, aparat memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk melalui ekspresi seni.
"Pihak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru menjadi korban tindakan represif," ujarnya.
Anggota Koalisi ARTJOKES, Wispi, mengatakan pihaknya kini menunggu itikad baik dari penyelenggara ARTJOG untuk membuka ruang komunikasi dan dialog dengan koalisi.
"Kami menunggu apakah ada inisiatif permintaan maaf secara kelembagaan, baik dari founder maupun manajemen ARTJOG. Itu yang kami tunggu dari pihak ARTJOG," katanya.
Wispi menilai respons yang muncul terhadap aksi performans Ayik justru menunjukkan kontradiksi dalam ruang seni yang semestinya menjunjung nilai demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Baca Juga: Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
"Yang sangat disayangkan adalah ketika ruang seni yang seharusnya demokratis justru memunculkan watak otoriternya," ujarnya.
Sementara itu, Lorca dari Koalisi ARTJOKES menegaskan bahwa batalnya kehadiran Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo serta dihapusnya nama yayasan yang sebelumnya dikaitkan dengan putra Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak menyelesaikan persoalan utama yang mereka soroti.
Menurutnya, langkah tersebut hanya bersifat formalitas dan tidak menyentuh akar masalah yang sedang dipersoalkan oleh para seniman.
"Bagi kami itu hanya formalitas untuk meredam amarah. Persoalannya bukan soal siapa yang hadir, melainkan praktik yang menjebak seniman dalam konteks artwashing," kata Lorca.
Ia menegaskan seni tidak semestinya dikooptasi oleh kekuasaan dan harus tetap berpihak kepada masyarakat. Karena itu, permintaan maaf yang paling penting bukan hanya kepada korban dugaan kekerasan, melainkan kepada publik yang terdampak oleh situasi tersebut.
"Ketika banyak generasi muda sedang berjuang, ditangkap dan dikriminalisasi, di saat yang sama ada pesta seni besar yang menggandeng kekuasaan yang merepresi generasinya sendiri. Karena itu, permintaan maaf terbesar harus ditujukan kepada masyarakat Indonesia," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
-
ARTJOG Ricuh! Seniman Mengaku Dipukul Petugas Keamanan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning