- Seorang lansia berinisial TW berusia 80 tahun meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur di rumahnya, Sedayu, Bantul.
- Peristiwa terjadi pada Jumat petang saat korban terpeleset ketika sedang menimba air secara manual untuk keperluan mandi.
- Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban dari kedalaman delapan meter, namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
SuaraJogja.id - Peristiwa memilukan menimpa seorang lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Seorang perempuan berinisial TW (80) dilaporkan meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur di rumahnya di Dusun Kalijoho, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Jumat (19/6/2026) petang.
Tim SAR Gabungan yang dikerahkan ke lokasi sempat melakukan upaya penyelamatan darurat, namun nyawa korban tidak berhasil tertolong akibat kondisi sumur yang cukup dalam.
Humas Kantor SAR Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa laporan mengenai adanya warga yang terjatuh ke sumur diterima oleh pusat komando SAR pada pukul 17.07 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga, kejadian bermula saat TW berniat untuk mandi.
Lansia tersebut mencoba mengambil air dengan cara menimba secara manual dari sumur. Namun, diduga karena kondisi lantai yang licin atau faktor usia, korban kehilangan keseimbangan lalu terpeleset ke dalam lubang sumur.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, korban hendak mandi dan mengambil air dengan cara menimba. Diduga korban terpeleset sehingga terjatuh ke dalam sumur," ujar Pipit Eriyanto, Jumat (19/6/2026).
Merespons kondisi darurat tersebut, Tim SAR Gabungan segera meluncur ke lokasi dengan peralatan lengkap. Mengingat kedalaman sumur mencapai 8 meter dan adanya risiko gas beracun di ruang terbatas, petugas menerapkan prosedur penyelamatan khusus.
Proses evakuasi melibatkan teknik Vertical Rescue serta penggunaan alat pernapasan khusus atau SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk melindungi personel saat turun ke dasar sumur.
“Pada pukul 18.05 WIB, tim berhasil menjangkau dan mengevakuasi korban dari kedalaman 8 meter. Sayangnya, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tambahnya.
Setelah berhasil diangkat ke daratan, jenazah TW langsung diserahkan kepada pihak kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Sedayu untuk dilakukan identifikasi awal serta pemeriksaan luar.
Baca Juga: ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
Polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam insiden ini dan murni merupakan kecelakaan rumah tangga. Usai proses administrasi selesai, jenazah TW telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak di pemakaman setempat.
Berita Terkait
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
-
ARTJOG Ricuh! Seniman Mengaku Dipukul Petugas Keamanan
-
Data Tak Akurat Bisa Bikin Kebijakan Salah Arah, Warga DIY Diajak Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026
-
DPRD Kritik Kesiapan Liburan di Jogja, Wisatawan Terancam Kesulitan Akses ke Malioboro
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!