- Seniman Ayik dan Koalisi ARTJOKES melaporkan dugaan kekerasan saat pembukaan ARTJOG 2026 di Yogyakarta ke LBH Yogyakarta.
- Korban melaporkan tindakan represif dan pembiaran oleh aparat saat melakukan aksi seni sebagai bentuk pelanggaran kebebasan berekspresi.
- Koalisi ARTJOKES mendesak penyelenggara ARTJOG segera memberikan permintaan maaf resmi kepada publik atas praktik kooptasi kekuasaan dalam seni.
Saat ini kasus dugaan kekerasan terhadap Ayik tengah didampingi oleh LBH Yogyakarta. Koalisi ARTJOKES menyatakan akan terus mengawal proses tersebut sekaligus menjaga ruang kritik dalam dunia seni agar tetap hidup.
"Kami menjaga ruang kritik seni agar tetap hidup di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap menyempitnya kebebasan berekspresi di Yogyakarta," kata Lorca.
Dukungan juga datang dari pekerja seni yang tergabung dalam Forum Cik di Tiro. Nana menyebut rekaman video yang beredar menunjukkan adanya dugaan kekerasan fisik terhadap Ayik saat aksi berlangsung.
"Dari rekaman terlihat ada tendangan ke bagian perut, wajah, dan pemaksaan membuka masker. Ada luka yang dialami," ujarnya.
Nana menambahkan kondisi Ayik saat ini masih dalam tahap pemulihan. Namun terkait langkah hukum maupun tuntutan yang akan diajukan, seluruh keputusan berada di tangan korban.
"Yang berhak menentukan adalah seniman yang mengalaminya langsung. Kami tidak bisa mengambil keputusan atas nama dia," katanya.
Kasus ini menambah sorotan terhadap dinamika kebebasan berekspresi di Yogyakarta, khususnya di ruang-ruang seni yang selama ini dikenal sebagai ruang dialog dan kebebasan berekspresi bagi para seniman.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
Tag
Berita Terkait
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
-
ARTJOG Ricuh! Seniman Mengaku Dipukul Petugas Keamanan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya