- Tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi kesehatan mental guna menanggapi tingginya angka kecemasan dan bunuh diri di Indonesia.
- Produk CalmBar dan sistem aplikasi SELF-SCAN dirancang sebagai solusi preventif berbasis nutrisi serta sistem metakognitif bagi pemuda.
- Inovasi tersebut berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang International Youth Summit 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
SuaraJogja.id - Gangguan kecemasan (anxiety) pada remaja dan dewasa muda semakin meningkat. Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tercatat lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental.
Laporan Global Health Observatory 2021 dari WHO menempatkan Indonesia pada angka 2,4 kasus bunuh diri per 100.000 penduduk. Namun, studi terbaru dari Sandersan Onie (University of New South Wales) yang diterbitkan di The Lancet Regional Health-Southeast Asia (2024) mengungkap fakta angka bunuh diri di Indonesia kemungkinan 860 persen lebih tinggi daripada data resmi.
Berangkat dari kondisi itu, tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi yang berfokus pada upaya preventif dalam menghadapi krisis kesehatan mental generasi muda.
Tim ini terdiri dari atas Ikhlasul Amal dari Fakultas Biologi, Qorina Nisrina Hafshah dari Fakultas Teknologi Pertanian, Zikra Fataha Al Mutansir dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Diva Nadiartalika dan Athar Rosyad Partadireja dari Fakultas Psikologi.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah CalmBar, sebuah snack bar fungsional yang mengkombinasikan konsep nutritional neuroscience dengan sensory grounding.
Produk ini diformulasikan menggunakan bahan-bahan alami seperti kacang hijau, biji labu (pumpkin seed), duckweed (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, dan Virgin Coconut Oil (VCO).
Pemilihan bahan itu tidak sembarangan, melainkan melihat dari kandungan protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol. Beberapa kandungan itu berpotensi mendukung fungsi sistem saraf, menjaga stabilitas suasana hati, serta membantu regulasi emosi.
"Kami mengembangkan sebuah model inovatif yang menggabungkan pendekatan pangan fungsional dan sistem metakognitif digital untuk membantu generasi muda membangun kemampuan regulasi diri secara lebih komprehensif," kata ketua tim, Amal, dikutip, (2/7/2026).
Amal menyampaikan bahwa gangguan kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Terlebih di era digital sekarang yang membuat kondisinya semakin kompleks.
Baca Juga: Eks Lurah Condongcatur Ditahan Akibat Korupsi Tanah Kas Desa, Polisi Ungkap Modus Penyewaan Ilegal
Ada perbandingan sosial, serta kecenderungan merasa dirinya selalu diperhatikan dan dinilai oleh orang lain. Fenomena yang dikenal sebagai spotlight effect ini seringkali menjadi pemicu munculnya kecemasan sosial yang berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan SELF-SCAN (Self-Scan: A Youth-Driven Ecological Metacognitive System for Addressing the Global Youth Anxiety Crisis in the Digital Era), sebuah sistem berbasis aplikasi yang dirancang untuk membantu individu memahami pola pikir, emosi, serta pemicu kecemasan yang mereka alami secara real-time.
Melalui pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA), sistem ini mampu memantau dinamika psikologis pengguna dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan intervensi yang sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.
Disampaikan Amal, kedua inovasi tersebut sebenarnya dirancang sebagai satu kesatuan pendekatan yang saling melengkapi.
Jika CalmBar berperan dalam mendukung regulasi emosi melalui nutrisi dan pengalaman sensoris yang menenangkan. Ada SELF-SCAN yang membantu pengguna membangun kesadaran metakognitif agar mampu mengenali, mengevaluasi, dan mengelola pola pikir yang memicu kecemasan.
"Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu seseorang merasa lebih baik secara sesaat, tetapi juga membantu mereka memahami dirinya sendiri," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi