Makam mertua seniman mendiang Djaduk Ferianto di daerah pemakaman umum Pakuncen, Kota Yogyakarta yang diduga dirusak. [Dok: istimewa]
Baca 10 detik
- Kasus perusakan makam di Pakuncen, Yogyakarta, berakhir damai melalui mediasi kepolisian pada Rabu, 12 Agustus 2026.
- Kepala nisan telah dikembalikan dan dipasang kembali oleh juru kunci berinisial S setelah diperbaiki seperti semula.
- Penyebab kejadian adalah masalah komunikasi terkait iuran kebersihan makam yang kini telah diselesaikan oleh ahli waris.
Meski sebelumnya muncul dugaan adanya pemerasan terkait permintaan uang setelah kepala nisan diambil, Arif mengatakan kepolisian tidak sampai pada kesimpulan tersebut.
Ia menilai persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan kebiasaan pengelolaan makam dan komunikasi yang tidak tersambung antara juru kunci dengan ahli waris.
"Cuma masalah komunikasi saja," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku