- Kepala Taman Budaya Yogyakarta Purwiati menyatakan efisiensi anggaran pemerintah menyebabkan pengurangan volume kegiatan seni dan jumlah kurator pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- Taman Budaya Yogyakarta juga menghadapi masalah keterbatasan sumber daya manusia akibat minimnya jumlah pegawai serta banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun.
- Taman Budaya Yogyakarta tetap menyelenggarakan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk For Your People pada 14 hingga 23 Agustus 2026.
SuaraJogja.id - Ketika anggaran pemerintah ke daerah mulai mengetat, sektor kebudayaan menjadi salah satu yang ikut merasakan dampaknya. Meski ada tambahan dana dari pusat untuk menuntaskan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), dampak efisiensi di sektor kebudayaan tetap dirasakan para pekerja seni di Yogyakarta saat ini.
Sebut saja Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang mengakui keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia (SDM) membuat volume sejumlah kegiatan seni budaya harus dipangkas.
Kondisi ini menjadi alarm bagi ekosistem kebudayaan Yogyakarta.
"Ruang ekspresi seniman tetap kam buka, tetapi frekuensi kegiatan berkurang. Bahkan, jumlah kurator yang dilibatkan dalam kegiatan TBY ikut menyusut," papar Kepala TBY, Purwiati disela Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk "FYP (For Your People)" di TBY, Kamis (13/8/2026).
Dia mengatakan efisiensi anggaran tidak sampai menghentikan kegiatan. Namun, sejumlah program harus diselenggarakan dengan volume lebih sedikit.
"Pengurangan event sekitar 25 sampai 30 persen. Event tetap diselenggarakan, tetapi volumenya dikurangi," kata Purwati.
Ia mencontohkan kegiatan yang sebelumnya digelar lima kali kini hanya dilakukan tiga kali. Program pelatihan anak-anak yang biasanya berlangsung 28 kali juga dikurangi menjadi sekitar 25 kali.
Persoalan anggaran tersebut semakin berat karena TBY juga menghadapi keterbatasan SDM. Saat ini hanya ada sekitar 25 personel, terdiri atas 11 tenaga kontrak dan sisanya ASN.
Padahal TBY harus mengelola ruang yang besar sekaligus menjalankan fungsi administrasi, pelayanan publik, pengelolaan teknis, hingga fasilitasi kegiatan seni budaya.
Baca Juga: Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Masalah SDM bahkan berpotensi semakin serius karena banyak pegawai berusia di atas 50 tahun. Purwati menyebut bulan ini ada dua pegawai yang pensiun, disusul dua pegawai lainnya tahun depan.
"Bagaimana kebutuhan SDM ini bisa memenuhi standar layanan publik? Kebutuhannya bukan hanya administratif, tetapi juga teman-teman teknis yang melaksanakan kegiatan," ujarnya.
Purwiati menyebut, efisiensi juga menyentuh tenaga profesional yang memiliki posisi penting dalam menjaga mutu karya. Jumlah kurator yang biasanya mencapai lima orang kini hanya tiga orang.
Padahal, menurutnya kurator bukan sekadar pelengkap kegiatan. Mereka berperan memastikan kualitas karya, terutama dalam pameran. Untuk pertunjukan, fungsi tersebut diperkuat melalui keterlibatan narasumber yang kompeten dari kalangan praktisi maupun akademisi.
"Peran kurator itu sangat penting untuk menjaga kualitas karya," katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, TBY berharap anggaran kembali membaik pada tahun mendatang. Sebab, Taman Budaya bukan hanya gedung pertunjukan, melainkan ruang bagi seniman untuk menuangkan gagasan, berekspresi dan mengembangkan karya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan