- Sebanyak 61 mahasiswa UMY di NTT selamat dari gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
- Mahasiswa mengalihkan program KKN menjadi kegiatan kebencanaan dan tinggal di tenda darurat pengungsian.
- Korban gempa memerlukan bantuan mendesak berupa logistik, air minum, serta pasokan alat medis.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi mahasiswa dan situasi wilayah terdampak. Keselamatan mahasiswa tetap menjadi pertimbangan utama, sementara kegiatan kebencanaan dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan, paparnya.
Sementara itu salah satu anggota Tim PENA 11 UMY, Fifin Anggela Prista dalam keterangannya, mengungkapkan kondisi di Kecamatan Sambi Rampas cukup berat. Sejumlah warga mengalami luka mulai dari ringan hingga berat, sementara penanganan medis belum optimal akibat keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis.
"Pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan ini sudah lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa," ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan bantuan medis dan logistik masih sangat besar. Terutama bagi warga yang kini bertahan di lokasi pengungsian.
Di Kelurahan Pota, wilayah pesisir dan sekitarnya, warga terdampak telah mengungsi dan membangun tenda secara mandiri. Kerusakan pusat perbelanjaan juga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan.
"Kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan adalah logistik, alat medis, dan air minum," jelasnya.
Persoalan lain muncul dari akses menuju wilayah terdampak. Jalan menuju kelurahan masih dapat dilalui, tetapi akses menuju wilayah kabupaten mengalami kerusakan.
Kondisi ini berpotensi menghambat mobilisasi bantuan bagi warga yang membutuhkan. Situasi tersebut membuat program KKN mahasiswa UMY harus beradaptasi dengan cepat.
Program kerja yang sebelumnya telah disusun kini dialihkan menjadi kegiatan kerelawanan kebencanaan. Tim PENA 11 yang berada di Desa Nanga Mbaling langsung berkoordinasi dengan masyarakat, pemerintah setempat dan DPL untuk membantu penanganan kondisi darurat.
Baca Juga: Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
Fifin mengungkapkan, saat gempa terjadi, mahasiswa bersama warga sempat dievakuasi ke lapangan selama sekitar dua jam. Setelah situasi memungkinkan, mereka mendirikan tenda di sekitar posko KKN.
"Kami akan mengalihkan program kerja menjadi relawan kebencanaan sesuai dengan koordinasi bersama DPL. Untuk saat ini, kami akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kebutuhan masyarakat di lapangan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi