- Unggahan media sosial Threads mengungkap dugaan pelecehan seksual verbal oleh seorang dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terhadap mahasiswinya.
- Pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah mengonfirmasi identitas dosen tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan segera untuk klarifikasi kasus.
- Manajemen kampus bersama Satgas PPKPT sedang melakukan koordinasi intensif untuk menyelidiki dugaan pelecehan tersebut secara objektif.
SuaraJogja.id - Jagat media sosial (medsos), khususnya Threads, diramaikan dengan unggahan yang memuat dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terhadap mahasiswi. Unggahan tersebut berisi tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga menunjukkan komunikasi bernada tidak pantas antara dosen dan mahasiswa.
Dalam percakapan yang beredar, dosen tersebut diduga melontarkan kalimat yang mengarah pada pelecehan verbal. Unggahan itu kemudian menuai beragam respons dari warganet dan telah dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, UMY memastikan telah mengetahui informasi yang beredar. Kampus itu segera mengambil langkah awal dengan memanggil dosen yang bersangkutan.
Direktur Komunikasi Publik UMY, Ratih Herningtyas saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026) membenarkan dosen tersebut merupakan tenaga pengajar mereka.Pimpinan universitas baru menerima informasi terkait dugaan tersebut.
"Ini barusan pimpinan baru terinformasikan. Insya Allah besok yang bersangkutan langsung dipanggil lengkap dengan pihak prodi agar dapat gambaran utuh, setelah itu akan kita informasikan lebih lanjut," paparnya.
Ratih menyebut, proses penanganan saat ini masih terus dikoordinasikan oleh pimpinan universitas. Pihak kampus bekerja sama dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta program studi (prodi) terkait.
"Masih koordinasi terus pimpinan UMY, Satgas PPKPT, sama pihak prodinya," ujarnya.
Namun UMY belum menyampaikan kesimpulan atas dugaan yang beredar dan menegaskan proses klarifikasi akan dilakukan terlebih dahulu untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut. Kampus juga belum mengungkap identitas dosen yang diduga terlibat maupun langkah lanjutan yang akan diambil setelah pemeriksaan.
Sementara itu, dosen yang diduga terlibat belum memberikan keterangan atau tanggapan atas dugaan yang beredar di medsos. Namun sejumlah warganet ikut berkomentar, termasuk mahasiswi yang diduga juga mendapatkan perlakuan serupa dari dosen tersebut.
Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Depan SMA 3 Jogja Digelar, Empat Orang Masih DPO
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?