-
Denny Sumargo resmi memerankan Hajime, setelah proses pencarian aktor utama tertunda hingga delapan bulan.
-
Denny merasa peran Hajime adalah takdir, bahkan menyebutnya seperti “ketemu jodoh” dalam perjalanan hidupnya.
-
Baby Udon menjadi pengalaman baru bagi Denny sebagai produser sekaligus aktor, dengan pesan harapan yang kuat dan siap tayang 3 September 2026.
SuaraJogja.id - Suasana screening film Baby Udon di XXI Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Senin (17/8/2026) malam terasa hangat sekaligus emosional.
Penonton menyaksikan langsung bagaimana para pemain berbagi cerita di balik layar, termasuk Denny Sumargo yang akhirnya memutuskan turun langsung memerankan karakter Hajime.
Denny Sumargo mengaku sejak awal dirinya tidak diproyeksikan sebagai pemeran utama. Tim produksi sempat menawarkan peran Hajime kepada sejumlah aktor besar, namun berbagai kendala membuat proses pencarian berlangsung lama.
“Awalnya bukan saya. Kita coba tawarkan ke beberapa nama besar di dunia aktor film kita. Secara waktu, ada yang enggak bisa, bahkan ada yang enggak balas dan enggak merespons,” ungkap pria yang akrab disapa Densu itu.
Produksi yang semula ditargetkan selesai dalam tiga bulan pun molor hingga delapan bulan. Di tengah kebuntuan itu, Densu akhirnya mengambil keputusan berani untuk memerankan Hajime sendiri.
“Gua yang podcast masa gua jadi Hajime? Kan aneh gitu. Tapi memang sudah jalannya,” ucapnya sambil tersenyum.
Suami Olivia Allan itu menilai keputusan tersebut seperti sebuah pertemuan takdir.
“Kayak orang kawin gitu loh, kayak kamu ketemu jodohmu yang tiba-tiba di satu tempat dan terjadilah kisah itu,” tambahnya.
Keputusan ini sekaligus menjadi pengalaman baru bagi Densu karena ia tidak hanya bertindak sebagai produser, tetapi juga aktor utama. Ia menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman.
Baca Juga: Special Clip 'Dan Bandung': Romansa Basil-Elma dan Syahdunya Kota Kembang
“Orang tuh hidup kalau pengen bertumbuh harus berani keluar dari zona nyaman. Dan itu yang aku lakukan sekarang,” tuturnya.
Bagi Densu, keterlibatan sebagai Hajime bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi pembelajaran yang tidak sia-sia dalam hidup.
“Kalau mengerjakannya hanya mengejar profit dan keuntungan, aku pikir pembelajaran yang kita dapat akhirnya jadi sia-sia dan enggak punya makna,” ujarnya.
Sementara itu, Caitlin Halderman yang memerankan Fanny mengaku banyak melakukan observasi langsung terhadap cara bicara Fanny Kondoh.
“Aku perhatikan bagaimana Kak Fanny bicara, seberapa medok logatnya, dan semangatnya. Aku coba tangkap itu semua,” kata aktris 26 tahun itu.
Pemilik kisah aslinya, Fanny Kondoh, sendiri menegaskan bahwa film ini adalah bentuk legacy atau warisan untuk anaknya, Kasuki.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan