- Pemerintah Indonesia mengandalkan investasi asing dan Proyek Strategis Nasional untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
- Investasi asing di sektor industri Morowali memicu pertumbuhan ekonomi tinggi namun gagal mengentaskan kemiskinan secara signifikan.
- Pembangunan industri ekstraktif dan manufaktur di berbagai daerah menyebabkan kerusakan lingkungan serta kerugian ekonomi masyarakat.
Tak hanya pada sektor ekstraktif, industri manufaktur juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Di Sayung, salah satu kecamatan di Kabupaten Demak, terdapat sentra industri manufaktur yang berdiri di sepanjang pesisir pantai utara. Tercatat telah ada lebih dari 40 pabrik yang beroperasi di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS). Kendati memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan, pembangunan industri ini juga berkontribusi terhadap penurunan muka tanah yang disebabkan oleh aktivitas produksi. Aktivitas tersebut turut memperparah bencana rob di daerah pesisir Demak bersamaan dengan reklamasi di wilayah sekitar yang turut mempengaruhi pola arus dan debit air laut. Akibatnya, tidak sedikit fasilitas dan infrastruktur publik yang rusak karena bencana ini.
Tercatat banjir rob di Demak hampir melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal, serta merusak berbagai fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan saluran irigasi yang nilainya diperkirakan sekitar Rp170 Miliar. Bahkan, bencana ini juga menghentikan pelayanan publik seperti Puskesmas, sekolah, dan birokrasi pemerintahan. Tak hanya itu, kurang lebih 10.000 hektare lahan pertanian terendam tidak dapat digarap, 2.000 kios, warung, dan industri rumah tangga berhenti beroperasi, sekaligus sedikitnya 10.000 pekerja harian kehilangan pekerjaan (Gaban dkk, 2025).
Maka dengan fakta yang telah ditunjukkan, pemerintah harus mempertimbangkan distribusi keuntungan merata kepada pemerintah daerah serta dampak ekologi, tanpa mengesampingkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh distribusi keuntungan yang timpang, yang justru akan menegasikan tujuan dari pembangunan itu sendiri. Daerah yang seharusnya mendapatkan keuntungan dari pembangunan karena berperan sebagai tempat industri, justru lebih banyak mendapatkan dampak kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu mentransformasikan acuan keberhasilan pembangunan bukan dilihat dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga terhadap dampak yang dirasakan oleh masyarakat melalui pembangunan itu sendiri.
Oleh karena itu, segala bentuk pembangunan, baik melalui industri ekstraktif maupun manufaktur, harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Banyak kasus pembangunan yang tujuannya untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, justru merugikan mereka karena minimnya partisipasi publik. Dengan demikian, pemerintah dapat melihat potensi masyarakat lokal dan memaksimalkannya sebagai alternatif atas pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan pengerukan sumber daya alam. Hal ini didasari oleh eksistensi sumber daya alam yang ada batasnya. Melalui langkah ini kebermanfaatan dari pembangunan akan dirasakan langsung oleh masyarakat. (Rafi Amru, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Undip)
Berita Terkait
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Yogyakarta untuk Indonesia: AVMS Indonesia Dirikan Yayasan untuk Lindungi Hak Model
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi
-
Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari