- Malaysia Healthcare Travel Council mencatat 968.000 pasien Indonesia berobat ke Malaysia pada 2025.
- Pendapatan wisata medis dari pasar Indonesia melonjak mencapai RM2,2 miliar pada tahun 2025.
- Malaysia Healthcare Expo digelar di Yogyakarta pada Agustus 2026 untuk memperkuat promosi layanan kesehatan.
SuaraJogja.id - Tren warga negara Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri terus menunjukkan angka fantastis. Salah satu negara yang menjadi destinasi adalah Malaysia.
Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat pendapatan dari pasar wisata medis Indonesia melonjak hingga RM2,2 miliar pada tahun 2025, atau mengalami kenaikan sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Indonesia selalu menjadi pasar terdekat dan terpenting bagi Malaysia Healthcare, dan Yogyakarta memiliki potensi besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan serta permintaan terhadap perawatan spesialis," kata Head of Indonesia Market MHTC, Rahmatullah Baragau kepada awak media di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).
Secara statistik saja, jumlah wisatawan medis asal Indonesia yang bertandang ke Malaysia menyentuh angka 968.000 orang pada tahun 2025. Angka itu meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya.
Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai penyumbang pasien terbesar bagi industri kesehatan Malaysia.
Selain itu faktor kemudahan akses penerbangan langsung dari dan ke Kuala Lumpur turut menjadi pendorong utama menguatnya kolaborasi medis antara Malaysia dan Indonesia.
Faktor-faktor ini membuka peluang besar untuk semakin memperkuat kolaborasi layanan kesehatan antara Malaysia dan Indonesia. Sekaligus memperluas akses bagi pasien Indonesia terhadap berbagai pilihan perawatan spesialis.
Melihat besarnya potensi tersebut, MHTC kembali menggelar pameran kesehatan Malaysia Healthcare Expo (MHX) Yogyakarta 2026.
Acara yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Agustus 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja ini ditujukan untuk menjangkau pasar Yogyakarta dan sekitarnya yang dinilai makin potensial.
Pameran bertema Healing Meets Hospitality ini menjadi bagian dari kampanye global Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026. Langkah ini dirancang untuk mengukuhkan posisi Negeri Jiran sebagai destinasi utama layanan kesehatan terintegrasi bagi pasien dari negara-negara tetangga.
"Melalui MHX Yogyakarta 2026, kami bertujuan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Malaysia Healthcare sekaligus mendekatkan ekosistem layanan kesehatan kami yang terpercaya kepada masyarakat lokal," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai jual utama yang ditawarkan bukan sekadar kecanggihan fasilitas medis. Lebih dari itu ada pula soal kenyamanan dan pelayanan pasien yang personal.
"Malaysia Healthcare menawarkan lebih dari sekadar perawatan berkualitas. Pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit yang diakui secara internasional, dokter spesialis berpengalaman, layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien, serta kehangatan dan keramahan Malaysia," tandasnya.
Lebih dari 15 rumah sakit anggota berpartisipasi untuk menampilkan keunggulan layanan kesehatan Malaysia di berbagai bidang spesialisasi, seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, fertilitas, pemeriksaan kesehatan, gastroenterologi, serta layanan spesialis lainnya.
"Pendekatan holistik ini terus menjadikan Malaysia sebagai destinasi layanan kesehatan pilihan bagi masyarakat Indonesia yang mencari perawatan medis terpercaya," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Menguliti Paradoks Ekonomi Jogja: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Masih Membesar
-
BRI Group Raih Penghargaan Atas Kepemimpinan, ESG, Hingga Inklusi Keuangan
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton