SuaraJogja.id - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MHBY (30) atas tindakan penipuan.
Pelaku yang juga berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta di Yogyakarta itu bahkan menggunakan identitas palsu sebagai anggota kepolisian kerajaan Malaysia untuk memuluskan aksinya.
"WNA Malaysia ini diduga melakukan penipuan jual beli kendaraan dan peminjaman uang, yang bersangkutan menggunakan identitas palsu sebagai anggota polisi Malaysia, untuk memperdaya korbannya," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Junita Sitorus kepada awak media, Kamis (5/6/2025).
Junita bilang kerugian yang dialami warga negara Indonesia diperkirakan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
MHBY diketahui masuk ke Indonesia pada 2024 dengan visa kunjungan dan kemudian mendaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
Dari keterangan dosen dan rekan mahasiswanya, pelaku sering mengenakan seragam polisi Malaysia saat di kampus.
"Beberapa kali juga yang bersangkutan ini memakai seragam polisi Malaysia untuk ikut kegiatan di kampus. Jadi beliau ini mengaku polisi yang disekolahkan dapat beasiswa ke Jogja seperti itu," tambah Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Sefta Tarigan.
Namun, Sefta bilang identitas kepolisian Malaysia yang dimiliki oleh pelaku terbukti palsu.
"Melalui kantor wilayah sudah berkoordinasi ke kepolisian Malaysia yang ada di Jakarta by phone dan sudah dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak masuk dalam daftar anggota kepolisian Diraja Malaysia, itu sudah confirm," ungkapnya.
Baca Juga: Promosi ke Liga 1, PSIM Jogja Ngebet Kandang di Maguwoharjo, Ini Kata Bupati Sleman
Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
Sefta mengatakan saat di kampus itu pelaku melakukan sejumlah aktivitas jual beli kendaraan. Ia menawarkan ke rekannya.
Berkaitan pula dengan pinjam meminjam uang kepada sesama rekannya di universitas.
Sedangkan modus penipuan dilakukan pelaku yakni dengan menjanjikan motor impor dari Malaysia.
Salah satu korban sempat bahkan sempat tergiur dan menyerahkan uang sebesar Rp17 juta, namun kendaraan yang dijanjikan tidak pernah datang.
"Nanti setelah sepeda motornya sampai di Jogja baru akan dijual, hasil penjualannya, keuntungannya akan dibagi. Jadi modusnya seperti itu tapi sampai sekarang motornya tidak sampai-sampai dan yang bersangkutan ini sudah mengakui bahwa itu tidak benar. Jadi memang tindakan penipuan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais